Gubernur: Satu Harga BBM di Papua Kebijakan Luar Biasa

0
88

Jakarta — Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan kebijakan satu harga (single price) bahan bakar minyak (BBM) di Papua oleh pemerintah pusat adalah sesuatu yang luar biasa. Sebab saat ini warga Papua harus membeli BBM dengan harga yang relatif mahal dibanding daerah lain di Indonesia. “Ini keputusan yang luar biasa bagi orang Papua,” kata Lukas di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/10). Lukas menuturkan kebijakan satu harga ini menjadi yang pertama sejak Papua berintegrasi dengan Indonesia. “Dengan penetapan satu harga, maka orang Papua merasa kami juga orang Indonesia. Sebelum itu mahal sekali,” ujar Lukas. Selama ini harga bensin di Papua berkisar Rp 50-Rp 100 ribu per liter. Mahalnya harga ini disebabkan tingginya biaya transportasi yang harus dikeluarkan untuk menjangkau daerah-daerah pedalaman di Papua. Sementara harga bensin di Jawa  sekitar Rp 6 ribu untuk jenis Premium. Lukas mengatakan, kebijakan ini harus diawasi dengan baik agar tidak terjadi penyimpangan di lapangan, misalnya penimbunan atau penyelundupan. Presiden Joko Widodo telah meminta Kapolda maupun Panglima TNI untuk selalu melaporkan kondisi harga di lapangan bila kebijakan tersebut sudah berjalan. Forum Komunikasi Pimpinan Daerah pun, kata Lukas, akan ikut serta melakukan pengawasan. Selain pengawasan, Pemerintah Daerah akan menambah pesawat untuk mengangkut BBM. Lukas mengatakan saat ini ada tiga pesawat sebagai alat transportasi. “Kami akan tambah tiga pesawat lagi khusus untuk mensuplai BBM itu,” kata dia.  Lukas berujar saat ini warga Papua hanya bisa membeli BBM di SPBU-SPBU tertentu. Sebab, tidak semua kabupaten memiliki SPBU. Dengan kebijakan satu harga, maka harga BBM akan berlaku sama di semua kabupaten. Pengiriman BBM  dilakukan dengan pesawat ke semua kabupaten.

Sumber: kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.