Darmin Nasution Sebut Dua Alasan Mengapa Harus Impor Beras

0
56

Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan alasan Kementerian Perdagangan menerbitkan impor beras khusus sebanyak 500 ribu ton. Keputusan tersebut mendapat banyak perhatian karena diambil menjelang masa puncak panen. Darmin Nasution mengatakan kebijakan impor diambil untuk menekan harga beras yang tengah melambung, “Ini kan situasinya harga beras sedang naik, jadi harus diatasi, kata dia di Jakarta, Jumat (12/01). Darmin menuturkan, harga beras berpengaruh terhadap inflasi. Jika harga membaik di akhir bulan, inflasi Januari diperkirakan tak akan banyak terpengaruh. Sebaliknya, harga beras yang melonjak sangat mempengaruhi inflasi. Menurut Darmin, impor menjadi salah satu upaya agar inflasi tak melonjak. Selain impor, pemerintah juga telah melaksanakan operasi pasar dan membagikan beras sejahtera. Menteri Perdagangan sebelumnya menyatakan telah menerbitkan izin impor beras khusus sebanyak 500 ribu ton. Beras itu akan tiba di Indonesia pada akhir Januari dan Februari. Penugaskan impor diserahkan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). Perusahaan akan menyiapkan dana sendiri sehingga impor tak menggunakan dana APBN. Enggar mengatakan kebijakan impor diambil untuk memastikan pasokan cukup. “Daripada nggak ada beras,” katanya. Selain itu, beras ini diharapkan bisa menekan harga yang kini masih tinggi. Enggar memastikan perusahaan yang bekerja sama dalam impor ini telah memastikan tak akan menjual beras dengan harga mahal dan menetapkan harga di kisaran harga Rp 9.450. Untuk itu dia mengimbau para pedagang yang menimbun beras untuk menghentikan aksinya. Pasalnya, tambahan pasokan beras akan memasuki pasar dan menekan harga. Menteri Darmin Nasution mengingatkan kembali bahwa impor menjadi salah satu upaya agar inflasi tak melonjak.

Sumber: tempo.co/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.