Kemenkop UKM: Pengusaha Batik Perlu Manfaatkan e-Commerce

0
72

Pekalongan — Industri batik di Indonesia perlu terus didorong untuk senantiasa mengalami peningkatan. Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram mengimbau, agar para pelaku usaha batik memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan terus mengembangkan usahanya melalui sistem penjualan e-commerce. “Jangan hanya mengandalkan mengandalkan pameran di gedung yang mewah, tetapi bisa juga melalui online, karena ini sudah era digital,” kata Agus, Kamis (04/10). Menurut Agus, para UKM batik bisa memanfaatkan dana pinjaman dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Ia menyebut angka pinjaman kredit macet atau nonperforming loan (NPL) di kalangan pelaku UKM batik terbilang rendah. Ia mencontohkan NPL UKM batik untuk wilayah Pekalongan dan Tegal, hingga saat ini mencapai 0,7 persen. Sementara itu pemimpin Cabang PNM Tegal Haryono menyebutkan nasabah PNM di wilayah Tegal telah mencapai 1.443 mitra nasabah dengan total outstanding pembiayaan Rp 101,3 miliar. Sedangkan angkal NPL sebesar 0,76 persen per akhir September 2017. “Artinya nasabah PNM sebesar 99,24 persen lancar semuanya pembayaran cicilannya,” ujar dia.

Sumber: republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.