Pabrik Barang-barang Plastik Tekan Limbah di Kawasan

0
19
limbha plastik

Lautan di kawasan Asia Tenggara, termasuk di kepulauan nusantara, ternyata tergolong paling tercemari limbah di dunia. Ini agaknya yang membuat sebuah aliansi global pembuat plastik dan pabrik barang-barang konsumen ingin berbuat sesuatu untuk menanganinya.

Grup yang dimakud mengumumkan Selasa (27/8/2019), pihaknya akan memprioritaskan dana yang ada sebesar 1 miliar dolar AS untuk menanggulangi limbah plastik di kawasan Asia Tenggara.

Namanya Aliansi untuk Akhiri Limbah Plastik (AEPW), terdiri atas 40 pabrik dari seluruh dunia, bertekad mendedikasikan sebesar $1 miliar untuk dana anti-limbah plastik ketika diluncurkan awal tahun ini, sambil menjanjikan untuk menginvestasikan setengah miliar lagi buat lima tahun berikutnya.

Grup yang bermarkas di Singapura itu mengatakan uang sebesar itu untuk mendanai kemitraan kota dan infrastruktur yang mendukung pengelolaan limbah di negara-negara di kawasan, yang tergolong sebagai lautan terpapar polusi terburuk.

“Kami menilai Asia Tenggara adalah wilayah yang kami ingin pusatkan perhatian secara signifikan,” kata Jim Seward, seorang wakil presiden pembuat bahan-bahan kimia LyondellBasell, salah satu angota grup itu, mengatakan dalam sebuah even media.

“Kami ingin mendemonstrasikan dengan bekerja sama dengan mitra kami dan pemangku kepentingan di seluruh kawasan melalui investasi, bahwa, masalah itu terpecahkan.”

Keanggotaan AEPW di antaranya termasuk firma kimia dan plastik Dow, Chevron Phillips Chemical Co, Exxon Mobil, Shell, dan pemain besar barang-barang konsumen Procter & Gamble.

Empat negara kawasan yaitu Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Thailand, ditambah Cina, berbagi 60 persen limbah plastik di lautan, demikian menurut lapotan tahun 2015 yang diwakili pengkampanye lingkungan Ocean Conservancy.

Pada Juni lalu, organisasi ASEAN mengakui limbah plastik sebagai masalah besar bagi kawasan dan menyetujui suatu deklarasi bersama untuk melawan sampah lautan.

Kejadian-kejadian tekait sampah lautan antara lain, sejumlah paus dan penyu laut telah mati terdampar di pantai-pantai Asia Tenggara dengan limbah plastik dalam perut mereka.

Baru-baru ini, seekor bayi dugong tanpa induk di Thailand bernama Marium mati gara-gara plastik bulan ini setelah sempat diselamatkan pada bulan April.

————————————————
Channelnewsasia.com/ap/Portalasean.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.