Pengungsi Rohingya Akan Mendapat Kartu ID

    0
    88
    rohingya

    PORTALASEAN.COM – Untuk pertama kalinya pemerintah Banglades dan organisasi pengungsi PBB mendaftarkan lebih dari seperempat juta pengungsi Rohingya dan menghadiahi mereka dokumen-dokumen identitas yang menjamin hak-hak dan perlindungan atas mereka.

    Tak seperti warga negara suatu negeri, orang tanpa negara hanya memiliki sedikit hak. Mereka bisa tidak mendapatkan pendidikan, pekerjaan, atau pengurusan kesehatan. Mereka yang tak terdaftar kelahirannya tidak akan punya identitas.

    rohingyaBegitulah keadaan jutaan kaum Rohingya yang dicopot kewarganegaraannya di negara tetangga Myamar pada 1982. Banyak di antara mereka ditampung di Cox’s Bazar, Banglades, setelah kabur dari pembunuhan dan penyiksaan di Myanmar.

    Sebagaimana dikabarkan www.voacambodia.com (18/5/2019), bagi lebih dari 900 ribu pengungsi Rohingya di Cox’s Bazar, segala sesuatunya bisa berubah jadi lebih baik. Petugas pengungsi PBB mengatakan lebih dari 27 ribu pengungsi Rohingya yang telah melengkapi proses pendaftaan telah menerima sebuah kartu identitas untuk pertama kalinya.

    Juru bicara UNHCR Andrej Mahecic mengatakan, kartu ID itu mencakup sebuah foto dan informasi kunci seperti nama, tempat dan tanggal lahir. Juga menunjukkan Myanmar sebagai asal negara.

    “Tujuan utama pendaftaran ini adalah kemanusiaan untuk menjamin hak mereka untuk kembali, mengatur di mana mereka tinggal, dan memastikan bahwa kita tidak tahu hanya berapa orang di sana, bahwa kita punya profil yang rinci yang menyajikan data lebih akurat untuk memberi bantuan lebih baik bagi populasi pengungsi besar-besaran ini,” tutur Mahecic.

    Mahecic juga mengatakan bahwa UNHCR dan pemerintah Banglades berharap bisa menyelesaikan proses pendaftaran buat seluruh populasi pengungsi pada bulan November. Ia pun menguraikan sejumlah keuntungan memiliki sebuah kartu ID.

    rohingyaMenurut Mahecic data-data memungkinkan para petugas PBB untuk menargetkan bantuan bagi kebutuhan akut, termasuk perempuan dan anak-anak sebagai kepala keluarga dan orang-orang cacat. Dengan makin mendekatnya musim hujan monsoon, kata dia, data-data pendaftaran itu bisa membantu menyatukan kembali keluarga yang terpisah-pisah selama musim badai.

    Mehecic mengingatkan bahwa para pengungsi rawan terhadap ekspoitasi dari para penyelundup dan pedagang manusia. Menurutnya kartu ID itu bisa membantu pihak-pihak berwenang untuk melawan praktik perdagangan jahat tersebut. (Agung Puspito)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.