Malaysia Siap Terapkan Izin Masuk Kendaraan Asing

0
184
malaysia

Portalasean.com — Malaysia akan terapkan pendaftaran wajib bagi kendaraan asing yang masuk dari Singapura mulai Oktober. Pemerintah Kuala Lumpur mengumumkan hal ini pada Hari Kamis (25/4/19).

Debat panjang mengenai skema izin masuk kendaraan (VEP) diperkirakan akan dilakukan dalam tiga tahap, mulai dari wilayah Causeway dan Second Link di perbatasan M’sia-Sing, diikuti dengan perbatasan Malaysia-Thai, dan kemudian perbatasan antara Malaysia dengan Brunei juga Indonesia.

Saat itu pemerintah Malaysia tidak bilang jika aturan VEP ini mau dilaksanakan juga di wilayah perbatasan lainnya.

Rencana untuk mengimplementasikan VEP di semua perbatasan darat telah ditunda beberapa kali karena pihak berwenang mengatakan mereka perlu waktu lagi untuk menyelaskan sistem tersebut. Sejak tahun lalu telah menjadi tahap percobaan saja.

“VEP bagi setiap pendaftaran kendaraan bermotor akan berlaku selama lima tahun,” kata Menteri Transportasi dalam pernyataannya pada Kamis itu, sebagaimana disampaikan The Straits Times.com (25/4/19).
.
Pemilik kendaraan bisa mengumpulkan dan memasang tanda identifikasi frekuensi radio (RFID) di empat pusat tertentu di Johor Baru, wilayah paling selatan yang berbatasan dengan Singapura.

Tempat-tempat itu adalah tempat istirahat Gelang Patah Southbound, Parkir Terbuka Plaza Angsana, tempat istirahat Pandan, dan di Plaza Lima Kedai Tol.

Dalam pernyataannya kemeterian itu mengatakan bahwa VEP akan diterbitkan oleh Departemen Transportasi Jalan (RTD) pasal 66H mengenai Akta Transportasi Jalan 1987. “Pendaftaran VEP bisa dilakukan online lewat https://vep.jpj.gov.my.”

“Sekali mendaftar, pemilik kendaraan akan menerima notifikasi e-mail untuk menjadwalkan pemasangan tanda VEP-RFID,” demikian bunyi pernyataan, menambahkan, “Hanya kendaraan-kendaraan terdaftar yang diizinkan masuk ke Malaysia begitu hal ini diberlakukan.”

Pemilik kendaraan perlu membawa dokumen-dokumen yang diperlukan untuk mengumpulkan tanda VEP-RFID mereka.

Pemerintah Malaysia yang baru telah bertekad untuk mengimplementasikan VEP mulai akhir 2018. Laporan auditor umum tahun lalu mengaitkan penundaan VEP dengan kenaikan 200 persen dalam pemerintahan sebelumnya pada pembelanjaan operasional proyek ini saja.

Ketika VEP untuk pertama kalinya diusulkan oleh pemerintahan PM Najib, disebutkan angka 25 RM untuk sekali jalan. Singapura membayar ongkos VEP 35 dolar Singapura setiap harinya setelah 10 hari pertama di negara pulau itu.

Singapura sendiri sebelumnya telah memutuskan untuk menerapkan Biaya Jalan Saling Bayar (Reciprocal Road Charge, RRC), karena menilai kebijakan VEP Malaysia dikhususkan buat kendaraan dari Singapura.

Komisi Tinggi Republik Singapura menyatakan bahwa biaya jalan pun musti pukul rata dan untuk semua mobil non-Malaysia terdaftar.

Maklum, Biaya Jalan Malaysia merupakan pajak 24 Juli yang dikenakan bagi mobil-mobil non-Malaysia yang masuk Malaysia lewat Johor, sedangkan 100 persen mobil terdaftar Singapura yang masuk Malaysia akan membayar Biaya Jalan Malaysia.

Sebaliknya, pernyataan Komisi Tinggi menyebutkan, “Hanya kira-kira tak sampai 10 kendaraan asing yang masuk Singapura membayar VEP, itu pun kebanyakan dikendarai oleh orang yang bekerja di Singapura. Sembilan puluh persen lainnya tidak membayar VEP ketika mereka masuk Singapura di luar jam-jam bebas VEP.”

Tapi, negara pulau itu sendiri telah lebih dulu menjalankan kebijakan VEP pada 1973.

Pada Januari 2017, Menteri Transportasi Malaysia Liow Tiong Lai menghargai keputusan Singapura untuk menjalankan suatu Biaya Jalan Saling Bayar baru, tapi menekankan bahwa kebijakan Biaya Jalan Malaysia yang diperkenalkan November tahun 2016 bukanlah suatu respons terhadap VEP Singapura tahun 1973.

“Kita menghargai keputusan mereka tapi kita perlu menginformasikan warga Singapura bahwa kita tidak mengambil tindakan balasan terhadap VEP mereka terdahulu untuk biaya kendaraan,” kata Liow, beberapa jam setelah pejabat Transportasi Darat Singapura mengumumkan biaya-biaya baru.

Dia menambahkan, “Kita tidak mendiskriminasikan mobil-mobil Singapura. Kita juga akan memperkenalkan Biaya Jalan di perbatasan-perbatasan Thai dan Indonesia. Pada perbatasan-perbatasan itu kita akan memperkenalkan biaya yang sama. Kita ingin pemerintah Singapura untuk mempertimbangkan kembali.”

Sebagaimana disebutkan, mulai Oktober 2019 Malaysia akan menerapkan izin masuk kendaraan asing dari Singapura, juga lekdaraan asing dari perbatasan-perbatasan dengan negara lain di Semenanjung Malaya dan di Kalimantan.

(ap/portalasen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.