ISIS Mengaku Pelaku Pemboman Sri Lanka

0
20
isis

Portalasean.com — Dua hari pasca-serangkaian bom di Sri Lanka, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) pada Selasa (23/4/19) mengklaim sebagai ihak bertanggung jawab atas aksi terror tersebut.

Sebuah pernyataan yang dirilis kelompok propaganda ISIS Amaq, menyatakan, “Mereka yang melakukan serangan yang menargetkan anggota koalisi yang dipimpin AS dan umat Kristen di Sru Lanka adalah anggota kelompok ISIS.”

Demikian pernyataan Amaq sebagaimana dikutipkan Kompas.com dari AFP ketika grup propaganda ini merilis sebuah foto yang diklaim sebagai pelaku pemboman.

Mereka pun menyebutkan nama-nama dan julukan dari tujuh orang yang mereka sebut sebagai pelaku “serangan yang diberkati”. Tiga anggota ISIS disebutkan bernama Abu Obeidah, Abu Baraa, dan Abu Moukhtar mengeksekusi serangan terhadap hotel-hotel Shangri-La, Cinnamon Grand, dan Kingsbury.

Tiga anggota lainnya disebut sebagai Abu Hamza, Abu Khalil, dan Abu Mohammad menyerang tiga gereja di kota Colombo, Negombo, dan Batticola. Sedangkan pelaku ketujuh, Abu Abdallah, menewaskan tiga polisi dalam serangan di pinggiran Colombo.

Media propaganda itu bahkan menyertakan sebuah foto yang menampilkan delapan orang di depan sebuah bendera ISIS berwarna hitam. Keaslian gambar tidak bisa diverifikasi dan alasan perbedaan dalam jumlah penyerang belum ada kejelasan.

ISIS telah beberapa kali mengklaim aksi terror di beberapa negara, seperti di acara festival musik di Las Vegas, Amerika Serikat (2017), bahkan di Indonesia dengan aksi penikaman beberapa anggota polisi di Medan dan di Jakarta Selatan di tahun yang sama.

Berikut ini peristiwa-peristiwa teror yang diklaim dilakukan ISIS sebelumnya.

Klaim atas Penembakan di las Vegas, AS

Penembakan acak di acara festival musik di Las Vegas menewaskan sedikitnya 59 orang dan melukai 527 orang lainnya. Kejadian pada Minggu malam dekat Mandalay Bay Resort and Casino itu dilakukan Stephen Paddock (64). Polisi menemukannya mati di ruangannya di lantai 32 hotel Mandalay Bay.

“Kami percaya individu (penembak) itu bunuh diri sebelum kami masuk ke sana,” kata sheriff dari unit SWAT seperti dikutipkan The New York Times (2/10/2017 atau 3/10 WIB).

Sedang sibuknya orang-orang mengurusi korban yang bertebaran di lantai dalam salah satu penembakan massal paling mematikan dalam sejarah Amerika, tiba-tiba muncul pernyataan dari ISIS yang mengklaim bahwa Paddock adalah salah satu serdadu ISIS, tapi tanpa menyertakan bukti-bukti.

Biro Investigasi Federal (FBI) mengatakan sejauh ini tak ada bukti bahwa Paddock terkait dengan organisasi teroris internasional mana pun, dan para tetangganya di Nevada mengatakan ia tak menunjukkan keyakinan ideologis atau politik yang kuat ketika berinteraksi dengannya.

Paddock adalah seorang penjudi kawakan yang tinggal di lingkungan yang tenang dan main golf di sana.

Sementara itu di Gedung Putih, Presiden Trump mengecam penembakan tersebut sebagai “aksi kejahatan murni” dan menyerukan negerinya untuk berkumpul bersama-sama. “Negara kita tak bisa dikalahkan oleh kejahatan, persatuan kita tak bisa dikalahkan oleh kekerasan.”

Klaim ISIS seperti itu bukan baru kali ini dilakukan. Kelompok ini telah sering mengklaim aksi-aksi kekerasan sebagai dilakukan oleh pelaku yang diarahkan kelompok ini, atau dilakukan penyerang yang terinspirasi ideologi ISIS. Kelompok ini terbukti membuat dua klaim yang keliru, itu termasuk sebuah serangan terhadap sebuah kasino di Manila dan rencana pemboman di Bandara Charles de Gaulle di Paris.

Amaq News Agency yang disebut-sebut berafiliasi dengan kelompok teror memberitakan bahwa sang penembak telah “merespon seruan untuk menargetkan negara-negara Koalisi.”

Ini kalimat yang sama yang pernah diucapkan seseorang bernama Abu Muhammad Al-Adnani yang disebut-sebut sebagai jurubicara ISIS, yang pada 2014 menyerukan para simpatisan di seluruh dunia untuk melakukan kekerasan dengan mengusung nama ISIS di negara-negara yang terlibat perang melawan ISIS.

Perilaku ISIS sendiri telah mendapat kritikan luas dari masyarakat muslim sedunia yang menilai kelompok ini tak mewakili Islam. ISIS dikenal dengan penyebaran propaganda kekerasannya, termasuk video pemenggalan orang yang pernah diakui CIA sebagai bohong belaka.

Dalam buletin kedua mengenai penembakan Las Vegas, Amaq menyatakan bahwa sang penyerang telah masuk Islam beberapa bulan sebelumnya. Ini pun klaim sepihak yang tidak diverifikasi.

ISIS di Indonesia

Di Indonesia, beberapa kasus yang disebut-sebut melibatkan ISIS bahkan tidak ada tindak lanjutnya. Pada Februari 2017 contohnya. Dua anggota polisi ditusuk seusai keduanya melaksanakan salat isya di Masjid Falatehan Jakarta Selatan. Pelaku penusukan disebut-sebut ikut salat isya di masjid yang terletak di kawasan Blok M dan berdekatan dengan Markas Besar Kepolisian RI.

Kedua pelaku penikaman diberitakan meneriakkan takbir dan kata-kata “toghut” (setan, tuhan selain Allah) sebelum menikam. Kedua anggota Polri dari kesatuan Brimob itu dilarikan ke RS Pertamina, dan polisi dikabarkan telah membekuk pelaku penikaman. Tapi, tidak ada lagi kabarnya, dan pelaku disebut-sebut terkait ISIS.

Sebelumnya, kejadian penikaman serupa telah membunuh seorang anggota polisi di Sumatera Utara. Pelakunya disebut-sebut pernah pergi ke Suriah di daerah berkecamuknya perang yang melibatkan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah, ISIS.

Mengusung bendera bertuliskan syahadat seorang muslim namun pada saat yang sama membunuh muslim lainnya adalah suatu penipuan yang besar. Nama Islamic State of Iraq and Suriah, atau Islamic State of Iraq and Levant (wilayah Katolik Latin dan Kekaisaran Turki Utsmani) mengacu kepada kelompok yang mengklaim akan mendrikan negara Islam, tapi di daerah-daerah konflik alias tak bertuan.

Mendirikan sebuah Darussalaam, ‘Negeri yang Damai’ di daerah sengketa saja sudah merupakan ironi, apalagi disertai praktik-praktik kekerasan dengan mengatasnamakan Tuhan.

Sebelumnya, pada Januari 2016, sekelompok teroris melancarkan serangan di kawasan Jl Thamrin Jakarta Pusat, termasuk di kafe Starbucks. Di sini, dari empat teroris yang tewas, diketahui mereka adalah seorang sopir angkot, seorang mekanik, seorang penjual kebab Turki, dan seorang residivis.

(ap/portalasean)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.