Indonesia Hanya Nikmati 10 Persen dari Nilai Perdagangan Kopi Global

0
88

Jakarta — Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia. Kenyataan ini tak serta merta membuat Indonesia memperoleh pendapatan besar dari dari sektor kopi tersebut. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan bahwa produksi kopi dunia itu nilainya mencapai 24 miliar dolar AS. “Tetapi hanya 10 persen saja yang diperoleh negara penghasil kopi seperti Indonesia, Vietnam, Brasil dan Kolombia,” ucap Darmin saat peluncuran buku peta jalan kopi berjudul “Arah Kebijakan Kopi Indonesia Menghadapi Tantangan Kompetisi, Perubahan Iklim dan Kondisi Kopi Dunia di Graha Sawala di Gedung Ali Wardhana, Jakarta, Kamis (26/04). Kecilnya perolehan Indonesia dan negara penghasil kopi lainnya bukanlah tanpa alasan. Darmin menjelaskan bahwa selama ini negara-negara penghasil kopi hanya berhasil mengolah hasil panen menjadi biji kopi. “Kopi kalau sudah di-roaster itu tidak tahan lama. Akibatnya lahir situasi kita hanya hasilkan dan mengeringkan dan negara maju yang mengolah lebih banyak menjadi bubuk kopi dengan berbagai teknologi yang sudah maju,” terang Darmin. Menurut Darmin, ini tidak adil mengingat potensi besar yang dimiliki oleh Indonesia dalam urusan produksi kopi yakni 500 kilogram per hektarnya. Di sisi lain, Darmin juga mengeluhkan soal kemampuan Indonesia dalam menghasilkan kopi tersebut. Dari total luas lahan kopi yang 1,2 juta hektar, produksi 500 kg/ha masih jauh dari kata maksimal. Pasalnya, Vietnam saat ini tercatat sanggup menghasilkan 2,7 juta ton per hektar dengan total luas kebun kopi hanya 630 ribu ha. Itulah mengapa Indonesia hanya menempati peringkat keempat sebagai negara penghasil kopi terbesar di dunia di belakang Vietnam, Brasil dan Kolombia. “Untuk itu pemerintah berupaya untuk menggerakkan kepedulian lebih terhadap kopi dengan cara mengembangkan bibit kopi dengan baik, melakukan penanaman bibit kopi yang tepat untuk jenis tertentu sesuai dengan keadaan wilayah di Indonesia dan memperbaiki produktivitas kopi melalui buku Roadmap kopi,” sambung Darmin. Buku tersebut mengupas tentang seluk beluk dunia kopi dari hulu ke hilir hingga strategi yang perlu dilakukan untuk mengembangkan potensi kopi Indonesia.

Sumber: kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.