Menaker: Tenaga Kerja Asing di Indonesia Masih Sedikit

0
58

Jakarta — Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri kembali menegaskan, pemerintah tidak bermaksud memudahkan tenaga kerja (TKA) bekerja di Indonesia. Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 tahun 2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing hanya untuk menyederhanakan proses TKA yang telah memenuhi syarat ketika ia bekerja. Dengan perpres ini, izin mereka bisa dikeluarkan dalam waktu singkat. Menurut Hanif, jumlah TKA di Indonesia sebenarnya masih sangat kecil. Berdasarkan data dihimpun hingga akhir 2017 jumlahnya berada dikisaran 85 ribu pekerja. Angka ini dibandingkan denga jumlah penduduk di Indonesia masih sangat jauh, bahkan tidak sampai satu persen. “Kalau dibandingkan TKA yang ada di negara lain persentasinya hanya di kisaran kurang dari 0,1 persen mungkin,” ujar Hanif di kantor staf kepresidenan, Selasa (24/04). Dia menjabarkan, TKA yang ada di Uni Emirat persentrasinya mencapai 94,5 persen. Thailand 4,5 persen, Hong Kong 6,6 persen dan Vietnam 0,4 persen. Dengan persentrase tersebut Indonesia masih terbilang kecil dalam hal penggunaan TKA. Angka TKA yang ada di Indonesia dibandingkan dengan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang ada di luar negeri juga jumlahnya masih sangat jauh. Berdasarkan data World Bank dan Badan Pusat Statistik (BPS) pada akhir 2017 jumlah TKI mencapai sembilan juta. TKI di luar negeri, lanjut Hanif, juga bisa melakukan berbagai hal yang dinamis. Mereka ada yang merupakan cabang organisasi masyarakat, perwakilan jurnalis, kelompok pengrajin, bahkan bisa membentuk paguyuban daerah sendiri. Namun hingga sekarang pemerintah Indonesia tidak pernah medapati TKA dari Amerika Serikat misalnya yang membuat perwakilan Partai Demokrat. “Kita harus lihat data seperti ini sehingga cara pandang kita terhadap TKA di dalam negeri juga bisa lebih proporsional,” ujarnya. Hanif menuturkan, banyak pihak yang menilai bahwa pemerintah Indonesia seharusnya membangun lapangan kerja bagi pekerja lokal. Hal tersebut sebenarnya sudah dijalankan termasuk dengan faktor banyaknya investasi ke luar negeri. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, setiap tahunnya pemerintah Jokowi-JK berhasil menciptakan lebih dari dua juta lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal. Pada 2014 terdapat penyediaan lapangan pekerjaan sekitar 2,4 juta, 2015 mencapai 2,8 juta, 2016 sebanyak 2,4 juta dan 2017 hingga 2,6 juta.

Sumber: republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.