Apindo: Revolusi Industri 4.0 Bisa Mengancam Tenaga Kerja Lokal

0
54

Jakarta — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai hadirnya revolusi industri 4.0 bisa menjadi ancaman tersendiri bagi tenaga kerja dalam negeri yang tidak memiliki ketrampilan untuk beradaptasi dengan pekerjaan-pekerjaan jenis baru. “Betul ini akan menjadi ancaman sangat serius kalau tidak diantisipasi nanti apabila terjadi ledakan jumlah tenaga kerja yang tidak terampil di sektor formal,” ucap Ketua Apindo Hariyadi B.  Sukamdani di Jakarta, Senin. Oleh karena itu, Hariyadi menyarankan perlu adanya pola pendidikan dan pola vokasi di Indonesia. Sebab, menurut dia, bukan zamannya lagi anggapan bahwa begitu bersekolah vokasi maka setelah lulus akan diterima di industri dengan mudah. “Ini harus dilihat lagi dan sekarang juga orang lebih cenderung bekerja sendiri-sendiri atau self-employed. Nah itu kan harus ada panduan, cara-cara pelatihan dan vokasinya harus disesuaikan,” imbuhnya. Keterampilan spesifik, terutama yang berkaitan dengan teknologi digitalisasi, memang sangat dibutuhkan bagi tenaga kerja  untuk beradaptasi dengan revolusi industri 4.0. Revolusi industri 4.0 sendiri ditandai dengan banyaknya industri yang menggunakan otomatisasi mesin dan penggunaan robot. Bahkan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) mengkonfirmasi akan ada jenis pekerjaan yang hilang seiring dengan berkembangnya revolusi industri 4.0. Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan, Pelatihan dan Produktivitas Kemenaker Bambang Satrio Lelono sebelumnya menyampaikan, sebanyak 57 persen pekerjaan yang ada saat ini akan tergerus oleh robot. “Tetapi yang harus disampaikan juga bahwa akan ada tumbuh pekerjaan baru yang sekarang ini kita prediksi jumlahnya 65.000 pekerjaan. Oleh karena itu sekarang adalah bagaimana kita harus bisa menyesuaikan dengan perubahan tersebut,” tutur Bambang di Gedung Kemenaker di Jakarta, Senin pekan lalu. Berdasarkan data Barenbang Kemenaker yang dirilis tahun ini, ada beberapa pekerjaan yang menurun dalam tiga periode Revolusi Industri 4.0 sejak 2018 hingga 2030 mendatang. Beberapa pekerjaan yang menurun di antaranya adalah manajer administrasi, sopir, tukang cetak, pengantar surat, resepsionis, agen perjalanan, operator mesin, juru masak makanan cepat saji dan ahli las.

Sumber: kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.