Indonesia Siap Hadapi Uni Eropa Terkait Sawit

0
56

Jakarta — Pemerintah Indonesia siap menghadapi rencana Uni Eropa (UE) untuk pentahapan keluar atau phasing out biofuel berbasis kelapa sawit. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri Siswo Pramono di sela-sela kunjungan ke PT Inti Indosawit Subur (PT IIS) bersama dengan beberapa duta besar negara Eropa. Dalam keterangan pers tertulis Ahad (22/04) Siswo menjelaskan, ada beberapa upaya yang dilakukan Indonesia terkait rencana Uni Eropa itu, salah satunya dengan pembentukan Council for Palm Oil Producing Countries  (CPOPC) untuk menciptakan posisi bersama negara-negara penghasil kelapa sawit. Beberapa upaya lainnya yang dilakukan pemerintah Indonesia adalah mencari pasar baru, meningkatkan  penyerapan pemakaian dalam negeri, serta mengelola pasar yang telah ada. “Kelapa sawit merupakan komoditas utama ekspor Indonesia. Pasar terbesar itu adalah India, kemudian China dan juga Pakistan, itu pasar terbesarnya,” ujar Siswo. Saat ini 40 persen perkebunan kelapa sawit dikelola oleh petani kecil sehingga kelapa sawit juga memiliki peran penting dalam upaya pemerintah dalam pencapaian pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). “Ini adalah SDGs kita, lingkungan dijaga, petaninya dientaskan dari kemiskinan,” kata Siswo. Menurut dia, pemerintah Indonesia telah menyampaikan hal tersebut kepada Uni Eropa dan mengharapkan dukungan Uni Eropa dalam pencapaian SDGs tersebut. Dalam kunjungan ke PT IIS yang telah menjadi anggota Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), para duta besar dan perwakilan kedutaan besar negara anggota Uni Eropa diajak langsung pengelolaan industri sawit lestari. Para delegasi negara Uni Eropa itu juga dibawa mengunjungi pembangkit tenaga listrik tenaga biogas yang dibangun sebagai bagian dari zero waste management. Kegiatan kunjungan tersebut merupakan hasil kerja sama dari Kementerian Luar Negeri, Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDP) dan Universitas Jambi. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari bertujuan untuk memperlihatkan praktik langsung pengelolaan kelapa sawit di Indonesia.

Sumber: republika.co.id/Antaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.