Indonesia-Africa Forum 2018, Kemendag Dukung Kerja Sama Dagang dengan Afrika

0
127

Denpasar — Kementerian Luar Negeri menggelar perhelatan perdana Indonesia-Africa Forum 2018 (IAF 2018) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), pada 10-11 April 2018. Melalui ajang ini, Indonesia berkomitmen medorong peningkatan kerja sama dengan 53 negara di benua Afrika. Kementerian Perdagangan mendukung penuh komitmen pemerintah. Demikian juga Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. “Afrika memiliki potensi pasar yang besar dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, namun selama ini belum digarap dengan maksimal. Sekarang saat yang tepat bagi Indonesia untuk mendorong ekspor dan kerja sama bisnis ke pasar yang potensial ini,” ungkap Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. IAF 2018, lanjut Mendag, merupakan platform pemerintah dan pelaku usaha Indonesia-Afrika untuk mengeksplorasi dan meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan serta mempromosikan investasi dan kerja sama teknis dengan negara kawasan Afrika. Hal ini sejalan dengan upaya Kemendag dalam menerapkan diversifikasi produk ekspor ke pasar non tradisional seperti Afrika. “Melalui forum ini, para pemangku kepentingan dapat memanfaatkan jaringan para pelaku usaha terpandang dari indonesia dan Afrika untuk memperdalam dan memperluas kemitraan kita secara efektif di sekitar perdagangan, investasi maupun kerja sama teknis. Sehingga selain pelaksanaan forum bisnis, juga dapat terjadi peluang kontrak bisnis antara Indonesia dan Afrika,” ujar Enggartiasto Lukita. Kerja sama yang sinergis antara pemangku kepentingan diperlukan untuk mendorong peningkatan perdagangan Indonesia di pasar Afrika. “Selain pembangunan infrastruktur dan konektivitas untuk peningkatan ekspor juga  dibutuhkan kerja sama yang sinergis antara eksportir, dunia usaha, dan pemerintah guna memperkuat citra Indonesia di mata dunia,” tambah Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Arlinda. Berdasarkan catatan Kemendag, total perdagangan Indonesia dengan Afrika pada 2017 mencapai 8,85 miliar dolar AS. Nilai ini meningkat sebesar 15,49 persen dibanding tahun sebelumnya. Produk-produk yang diekspor ke Afrika diantaranya minyak kelapa sawit, tekstil dan produk tekstil, kertas, sabun dan kopi.

Sumber: kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.