Ekonomi ASEAN Diperkirakan Tumbuh 5 Persen

0
124

Jakarta — The Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW) merilis estimasi pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara pada Rabu (04/04). Laporan ICAEW menyebutkan, pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara diperkirakan akan meningkat secara perlahan pada tahun ini karena tidak akan menyamai momentum luar biasa pada 2017. Sedangkan khusus untuk negara-negara yang tergabung dalam ASEAN, pertumbuhan diperkirakan akan mencapai 5 persen yang didukung faktor pendorong seperti investasi sektor swasta dan permintaan domestik. Mengingat besarnya basis manufaktur ekspor di sebagian perekonomian Asia, peningkatan baru-baru ini dalam perdagangan global telah sangat menguntungkan kawasan ini pada tahun 2017. Melihat perusahaan-perusahan yang terus mendorong produksi dan investasi untuk mengakomodasi meningkatnya peningkatan eksternal, pertumbuhan impor terus naik selama 12 bulan terakhir dan membuat kontribusi ekspor neto pada pertumbuhan terlihat tidak signifikan. Sebaliknya, kontribusi terpenting dari ekspor untuk pertumbuhan adalah dampak tidak langsungnya permintaan domestik melalui efek spill over pada investasi dan konsumsi. Pada tingkat agregat, sebagian besar ekonomi terbuka di Asia telah mengalami peningkatan permintaan eksternal. Misalnya, Korea Selatan, Malaysia dan Thailand, semuanya mencatat akselerasi penting dalam pengeluaran investasi pada tahun 2017. Di Malaysia serta Indonesia, peningkatan dalam investasi didorong oleh pemulihan harga komoditas. Khususnya di Indonesia, investasi langsung dalam negeri di sektor primer meningkat hampir sebesar 62 persen dalam nilai nominal di tiga kuartal pertama pada tahun 2017. Melihat ke depan, sejumlah elemen fundamental akan tetap mendorong pertumbuhan investasi dan pertumbuhan sektor swasta di Asia. Pertama, pertumbuhan perdagangan dunia diperkirakan akan tetap kuat, meningkat sebesar 5,2 persen pada tahun 2018 dan turun dari 6,2 persen pada tahun 2017. Kedua, sentimen bisnis saat ini tinggi dan perusahaan-perusahaan optimis tentang peluang yang diberikan oleh inisiatif China One  Belt One Road dan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific (CPTTP) yang diaktifkan kembali. Terakhir, dengan prospek inflasi dan FX yang relatif diredam, suku bunga diperkirakan tidak akan meningkat selama 12 bulan ke depan. Mark Billington, ICAEW Regional Director, Southeast Asia mengatakan dengan semua faktor yang dipertimbangkan, pandangan saat ini masih melukiskan gambaran yang relatif menjanjikan untuk wilayah ini pada tahun ini. “Kami mempertahankan perkiraan pertumbuhan yang moderat untuk wilayah ini sebesar 5 persen, karena momentum dari 2017 meluas hingga tahun ini dan pertumbuhan ini akan didukung oleh dorongan yang sama yang telah membuat kesuksesan tahun lalu, kata dia dalam rilis ke kompas.com. ICAEW merupakan organisasi keanggotaan profesional terkemuka di dunia yang mempromosikan, mengembangkan dan mendukung lebih dari 1,7 juta akuntan dan mahasiswa di seluruh dunia.

Sumber: kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.