Indonesia-Singapura bahas penanganan kecelakaan jalur pelayaran Batam

0
36

Jakarta — Indonesia dan Singapura membahas sejumlah perbaikan upaya penanganan kapal penyeberangan yang melintasi jalur pelayaran Batam dan kepulauan sekitarnya ke Singapura maupun sebaliknya. Hal itu dilakukan diwakili Direktorat Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan bersama Otoritas Pelabuhan dan Maritim Singapura. Indonesia dan Singapura menjalin kerja sama penanganan keselamatan penyeberangan lalu lintas Batam-Singapura lewat program “Indonesia – Singapore Joint Ferry Mishap Contingency Plan”. Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Captain Jhonny R Silalahi yang menjadi pimpinan delegasi Indonesia dalam pertemuan dengan pihak Singapura, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (15/03), mengemukakan bahwa Ditjen Perhubungan Laut dan MPA of Singapore telah beberapa kali mengadakan pertemuan untuk memperbarui pengaturan terkait “Indonesia-Singapore Joint Ferry Mishap Contingency Plan” ini dan mendukung penuh pengembangan “Contingency Plan” tersebut untuk ke depannya. Delegasi Indonesia yang terdiri dari perwakilan Direktorat KPLP, Bagian Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri Ditjen Perhubungan Laut, Basarnas dan Kantor Pelabuhan Batam secara intensif akan membahas detil standar operasional prosedur dari “Indonesia-Singapore Joint Ferry Mishap Contingency Plan” sehingga nantinya dapat segera diformilkan oleh kedua negara. “Ditjen Perhubungan Laut dan MPA of Singapore diagendakan untuk melakukan finalisasi terhadap prosedur operasi standar Ferry Mishap Contingency Plan dan bisa menyepakati kegiatan-kegiatan terkait SOP yang dimaksud,” katanya. Capt. Jhonny menyambut gembira dengan adanya kajian ini yang merupakan tindak lanjut pertemuan “The 2nd Dialogue between DGST and MPA of Singapore under the Training MoU pada 12-13 Desember 2017 lalu yang menyepakati rencana kontigensi akan dikaji dan penyelenggaraan “Table-Top Exercise and Full Development Exercise.”  Adapun acara “Table-Top Exercise and Full Development Exercise” dimaksud dapat dilakukan setelah “SOP Ferry Mishap Contingency Plan” disepakati bersama oleh Indonesia dan Singapura. “Oleh karena itu, saatnya kita lakukan finalisasi ‘SOP Ferry Mishap Contingency Plan’ agar ketika terjadinya kecelakaan kapal penyeberangan antara Singapura dan Indonesia, mempercepat penanganan kecelakaannya  berikut dengan proses evakuasinya karena telah memiliki SOP bersama yang sudah dibakukan,” katanya. MPA of Singapore mengirimkan delegasinya yang diketuai oleh Port Master/Acting Director (Operations Division) Capt. Kevin Wong, Assistant Director (Emergency Preparedness Dept) Alan Lim, Controller (Operations Planning & Pilotage Dept) Capt. Andy Chew dan Manager (Emergency Preparedness Dept) Muhd Aminoor B Sibal.

Sumber: Antaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.