BPS: Gunung Agung Erupsi, Kunjungan Turis Asing pada November Turun

0
72

Jakarta —  Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisata mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia pada bulan November 2017 mencapai 1,06 juta kunjungan. Jumlah tersebut mengalami penyusutan sebesar 8,42 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 1,15 juta kunjungan. Namun demikian, secara tahunan (year-on-year) jumlah kunjungan turis mancanegara mengalami peningkatan sebanyak 5,85 persen. Kepala BPS Suhariyanto  mengungkapkan, menyusutnya kunjungan turis mancanegara tidak telepas dari aktivitas Gunung Agung di Bali. Hal ini terlihat dari data kunjungan turis asing di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali sebesar 385.000 kunjungan atau turun 22,55 persen dibanding bulan sebelumnya, yakni 462.000 kunjungan. “Kondisi Gunung Agung berpengaruh terhadap kunjungan di Bandara Internasional Gusti Ngurah Rai dan juga ikut berdampak di Bandara Lombok,” ujar Suhariyanto saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Selasa (02/01). Namun demikian, dengan membaiknya aktivitas Gunung Agung diharapkan kunjungan turis asing bisa kembali meningkat ditambah momentum liburan Natal dan Tahun Baru. Dan diharapkan target 15 juta kunjungan wisman di tahun 2017 dapat terpenuhi. Berdasarkan data BPS, secara kumulatif Januari hingga November 2017 tercatat kunjungan turis asing mencapai 12,67 juta kunjungan atau meningkat 21,84 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya yakni 10,4 juta kunjungan. “Kami akan lihat data untuk Desember, karena di bulan Desember sudah ada pengumuman bahwa ini (Gunung Agung) terpantau aman,” jelas Suhariyanto. Sedangkan jumlah kunjungan wisman di Bandara Soekarno-Hatta pada bulan November 2017 tercatat 217.000 kunjungan, atau naik tipis sebanyak 0,74 persen dibanding bulan sebelumnya. Jika dilihat dari kewarganegaraan, sebagian turis asing yang datang ke Indonesia sebagian besar berasal dari China dengan angka 141.000 kunjungan, disusul oleh Singapura sebesar 129.000 kunjungan. Suhariyanto berharap, kedepan pemerintah agar melakukan strategi promosi yang lebih masif ke berbagai negara selain China dan Singaoura.

Sumber: kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.