Peremajaan sawit rakyat bawa kesejahteraan bagi 22 juta masyarakat

0
112

Jakarta — Program replanting atau peremajaan sawit rakyat dinilai akan membawa bangsa Indonesia semakin sejahtera dan berdaulat, apalagi peremajaan kebun sawit rakyat tersebut didukung penuh oleh pemerintah dan dunia usaha. “Kesediaan Presiden Jokowi untuk menandai program replanting ini menjadi bukti dukungan pemerintah terhadap sektor kelapa sawit,” kata Wakil Sekjen Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Rino Afrino di sela-sela acara WPlace (World Plantation Conference and Exhibition) di Jakarta, Kamis (19/10). Masyarakat, tambahnya, semakin termotivasi untuk menanam sawit setelah kehadiran Presiden Jokowi di Kabupaten Musi Banyuasin pekan lalu untuk menanam perdana dalam program replanting kebun sawit rakyat. Menurut dia, maju mundurnya kelapa sawit sangat mempengaruhi kehidupan dari 22 juta masyarakat sehingga dampaknya besar bagi pembangunan ekonomi, khususnya upaya penciptaan lapangan kerja, penanggulangan kemiskinan dan ketimpangan di Indonesia. Dukungan pemerintah yang jelas juga terlihat dari kerja keras Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustriaan dan Kementerian Luar negeri untuk memajukan industri ini melalui forum nasional maupun global. Ketua Forum Tani Indonesia (Fortani) Wayan Supadno mengharapkan peluang tersebut dimanfaatkan para lulusan perguruan tinggi kembali ke desa untuk menanam sawit. “Pemerintah perlu mendorong para lulusan perguruan tinggi terutama dari fakutas pertanian untuk menjadi wirausaha muda sawit,” katanya. Wayan yang juga petani asal Pangkalan Bun mengungkapkan, keterlibatan wirausaha muda sawit yang berpendidikan mampu mempercepat pertumbuhan industri sawit nasional. “Jika petani sawit berpendidikan maka tidak mudah bagi industri disisipi oleh kepentingan kelompok tertentu seperti LSM,” katanya. Anggota Komisi IV DPR RI Firman Subagyo menilai pemerintahan Jokowi menyadari pentingnya melindungi komoditas strategis seperti sawit dari gempuran berbagai hambatan dagang serta kampanye negatif. Mengacu pada sejarah, lanjutnya, negara-negara industri maju umumnya memulai dengan kebijakan melindungi komoditas strategis mereka. Amerika Serikat, misalnya, sejak ratusan tahun lalu hingga kini tetap melindungi empat komoditas strategis mereka, yakni gandum, kapas, kedelai dan jagung. Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Bambang mengatakan program replanting sawit dapat menghasilkan nilai tambah produktivitas sebesar Rp 125 triliun per tahun. Menurut dia, dari total 11,9 juta hektare kebun kelapa sawit Indonesia terdapat 4,7 ha atau sekitar 48 persen adalah perkebunan rakyat. Sebanyak 2,4 ha di antara perkebunan sawit rakyat itu masih dikelola dengan cara tradisional sehingga kurang produktif.

Sumber: Antaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.