Sri Mulyani Jelaskan Upaya Ekstra Turunkan Tingkat Kemiskinan

0
36

Jakarta — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan perlu upaya ekstra menurunkan tingkat kemiskinan di bawah 10 persen. Dia menuturkan upaya tersebut di antarnya meliputi kebijakan ekonomi pemerintah yang dikombinasikan dengan dengan penguatan bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, serta bantuan langsung untuk masyarakat miskin. “Makanya kombinasi dari program keluarga harapan (PKH), infrastruktur desa dan peningkatan pendapatan petani akan sangat penting memerangi kemiskinan,” ujarnya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/07). Sri Mulyani kemudian menjelaskan tentang upaya lainnya melalui belanja infrastruktur pemerintah yang diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian, meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama. Menurut dia, dampak dari pembangunan infrastruktur tersebut baru dirasakan ketika prosesnya sudah selesai seluruhnya dan mengalir pada aktivitas perekonomian. Sri Mulyani menambahkan upaya lain yang harus digenjot adalah mengimbangi belanja infrastruktur dengan belanja sosial. “Ini supaya masalah kemiskinan dan kesenjangan tidak makin melebar pada saat belanja modal yang besar ini terjadi,” ucapnya. Sri Mulyani mengatakan berdasarkan data dan statistik yang ada, diperoleh indikasi bahwa kemiskinan dan kesenjangan sosial tidak menurun secara drastis. “Mungkin jedanya, sekitar dua atau tiga tahun setelah ini, nanti kita akan lihat pada masa itu.” Namun, Sri Mulyono berujar pada saat ini Presiden Joko Widodo juga telah menggariskan pengeluaran pemerintah utamanya diperuntukkan untuk kelompok masyarakat miskin, yaitu melalui jaminan kesehatan nasional hingga pendidikan. “Itu semua jumlahnya cukup besar dan diharapkan dapat mengimbangi belanja pemerintah yang memang fokus pada belanja modal besar,” ujarnya. Sri Mulyani mengatakan pemerintah pun terus berupaya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas belanja sosial tersebut. Namun, sistem dan persiapan yang mendukung peningkatan belanja itu juga harus dipikirkan. “Katakanlah belanja sosial naik, tapi persiapan untuk identifikasi orangnya, keluarga miskin dan pendampingan bagaimana.” Dia menegaskan pemerintah tak asal membelanjakan, tanpa mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan.

Sumber: tempo.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.