Bank Dunia Optimistis Terhadap Perekonomian Indonesia

0
100

Jakarta — Analis riset pasar keuangan FXTM (perusahaan jasa finansial) Lukman Utunuga menyatakan, Bank Dunia menunjukkan optimisme terhadap kondisi perekonomian di Indonesia sehingga berbagai pihak terkait juga perlu menjaga momentum itu. “Sentimen terhadap ekonomi Indonesia membaik karena laporan bahwa Bank Dunia tetap optimistis terhadap keadaan negara ini. Proyeksi pertumbuhan terbaru Bank Dunia menampilkan bahwa ekonomi Indonesia tetap tangguh di tahun 2017 dan termasuk pasar berkembang yang paling menarik,” kata Lukman dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (07/06).  Menurut dia, sejumlah hal yang menimbulkan sentimen optimistis tersebut antara lain pertunbuhan kredit yang menyentuh sekitar 10 persen per tahun dan inflasi mulai stabil. Dengan data ekonomi yang positif tersebut, lanjutnya, maka prospek secara umum terhadap kondisi di Tanah Air juga cerah. “Apapila data ekonomi Indonesia masih mengikuti tren positif, maka ekspektasi kenaikan suku bunga Bank Indonesia sebelum akhir tahun ini akan semakin meningkat demi mendukung pertumbuhan,” ucapnya. Sebelumnya, kunjungan tim survei Bank Dunia ke kantor dinas Badan Koordinator Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta merupakan indikasi bahwa iklim berinvestasi dan berbisnis di Indonesia positif.  Kepala DPM & PTSP Edy Junaedi Harahap dalam rilis di Jakarta, Rabu menilai kunjungan itu sebagai sinyal positif terhadap perubahan yang sedang berlangsung di Indonesia. “Kunjungan ini menunjukkan ada perhatian Bank Dunia pada perubahan positif di Indonesia yang berhasil menerapkan reformasi pada tujuh indikator dalam peringkat Indeks Kemudahan Berbisnis,” ujar Edy. Indeks kemudahan berbisnis, papar Edy, merupakan salah satu tolok ukur daya saing negara yang dinilai oleh lembaga Bank Dunia terhadap 10 indikator peraturan yang memiliki pengaruh dalam kemudahan berusaha. Edy menyebutkan saat ini bobot penilaian Pemda DKI sebesar 78 persen untuk indikator Mendirikan Usaha dan indikator Mengurus Izin Mendirikan Bangunan. Bobot itu dihitung berdasarkan jumlah populasi. Peningkatan tersebut, lanjutnya, dinilai tidak lepas dari kontribusi DPM & PTSP DKI Jakarta yang berhasil meningkat dari tahun sebelumnya. “Tahun ini poin DKI Jakarta berhasil mencapai 77.50 dari tahun sebelumnya yang baru mencapai 69.90. Signifikannya cukup tinggi,” tuturnya. Lebih lanjut Edy menyebutkan keberhasilan ini sekaligus membantu mendorong peringkat Indonesia dari peringkat ke-106 menjadi ke-91 dalam hal kemudahan berbisnis pada tahun 2017.

Sumber: republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.