Swiss akui Indonesia miliki potensi pasar besar

0
8

Jakarta — Duta Besar Swiss untuk Indonesia Yvonne Baumann beserta Delegasi Pengusaha Swiss mengakui, Indonesia memiliki potensi pasar yang cukup menggiurkan karena dengan jumlah penduduk yang besar. “Wajar, jika banyak negara tertarik untuk menjalin kerja sama, termasuk Swiss,” kata Yvonne usai bertemu dengan Menteri Perindustriaan Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (24/05). Apalagi, lanjutnya, peringkat investment grade yang diberikan S&P dipercaya akan mendongkrak aliran dana investasi asing ke Indonesia. “Hingga saat ini, sebanyak 150 perusahaan Swiss telah beroperasi di Indonesia dengan total penyerapan tenaga kerja mencapai 60.000 orang. Kami harap dapat terus menjadi mitra usaha bagi perusahaan-perusahaan,” ungkapnya. Kemenperin mencatat, dalam empat tahun terakhir, investasi Swiss di Indonesia telah mencapai 4,5 miliar dolar AS. Pada 2015, nilai perdagangan Swiss-Indonesia sebesar 1,7 miliar dolar AS atau meningkat tajam 124 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sedangkan kinerja ekspor Indonesia ke Swiss sebesar 1,07 miliar dolar AS dan impor Indonesia dari Swiss sekitar 0,63 miliar dolar AS. Dirjen Ketahanan  dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Harjanto mengakatakan, kerja sama dalam bidang ekonomi antara dua negara telah terimplementasi di berbagai bidang seperti industri pengolahan, pariwisata, pertanian, pendidikan dan penerbangan. Hubungan bilateral yang makin erat ini ditandai dengan adanya beberapa kerja sama yang telah diimplementasikan dan adanya inisiatif kerja sama lanjutan, yang semuanya itu bermanfaat bagi kedua belah pihak. “Saat ini, Comprehensive Economic Partnership antara Indonesia dan Swiss sedang dinegosiasikan dalam bentuk European Free Trade Association (EFTA), dimana Swiss menjadi salah satu anggota,” ungkapnya. Negosiasi tersebut menjadi satu paket dengan nama Indonesia-EFTA Comprehensive Partnership Agreement (IE-CEPA). “Semoga jalannya negosiasi ini nantinya dapat berjalan lancar dan memberikan keuntungan ekonomi bagi kedua negara,” tutur Harjanto.

Sumber: Antaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.