PT PAL Indonesia Kirimkan Kapal Perang Pesanan Filipina

0
86

Surabaya — PT PAL Indonesia (Persero) mengirimkan kapal Strategic Sealift Vessel (SSV) kedua pemesanan Kementerian Pertahanan Filipina di Dermaga Divisi Kapal Niaga PT PAL, Ujung, Surabaya, Selasa (02/05). Pelepasan kapal SSV tersebut dilakukan oleh Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu didampingi Wakil Menteri Pertahanan bidang Kebijakan Pertahanan Filipina Ricardo David Jr.  Direktur Utama PT PAL Indonesia Budiman Saleh mengatakan, Kapal SSV yang telah diluncurkan 29 September 2016 ini telah melalui serangkaian uji coba dan pengujian sehingga siap untuk diserahkan kepada Kementerian Pertahanan Filipina. Pemberangkatan kapal SSV ini lebih awal dari waktu yang dijadwalkan. Batas waktu pengiriman kapal bernomor lambung 602 tersebut pada Juni 2017. “Kapal SSV ini mempunyai keunggulan dari sisi harga, kualitas, desain serta ketepatan waktu pengiriman,” kata Budiman dalam acara tersebut. Budi menjelaskan, kapal yang memiliki panjang 123 meter dan lebar 21 meter ini diproduksi atas hasil lelang internasional yang diadakan Kementerian Pertahanan Filipina pada 2014. Kapal Pertama telah dilepas pada 8 Mei 2016 oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Kapal SSV ini dapat menampung hingga 621 penumpang mampu bertahan di lautan selama 30 hari dengan bobot maksimal 7.200 ton. Kapal berkecepatan 16 knots dengan mesin pendorong 2 x 2,920 kW ini mampu menampung tank, kendaraan tempur, mobil rumah sakit, hingga kapal patroli dan transporter. Kapal SSV ini merupakan kapal hasil inovasi dari produksi Kapal sebelumnya. Kapal Landing Platform Dock (LPD) alih teknologi dengan Korea. Dua unit kapal LPD banyak digunakan pada Operasi Militer dan kemanusiaan tingkat internasional dan telah diakui kemampuannya seperti Penyelamat MV Kudus di Somalia dan Pencarian Korban AirAsia QZ 8501. “Keadalan dan Kapabilitas kapal Produksi Insan PAL Indonesia melalui inspeksi dan pengencekan kualitas yang ketat dari Tim Kualitas dan Tim Klas Llyod Register serta Tim Representasi Pemilik Kapal, ujar dia.  Kapal perang pesanan kedua ini dinamai Davao Del Sur yang diambil dari nama provinsi kelahiran Presiden Filipina sebelumnya Benigno Simeon Aquino. Wakil Menteri Pertahanan bidang Kebijakan Pertahanan Filipina Ricardo David Jr, meyatakan puas dengan kapal SSV pertama yang telah dikirim pada 2016. Ia mengaku PT PAL merupakan supplier yang bagus. Ia telah melihat Kapal Pertama  yang sudah digunakan oleh Angkatan Laut Filipina. Ia menilai kapal SSV tersebut kapal yang bagus dalam menyimpan alat senjata Angkatan Laut Filipina. Saat ini kapal SSV pertama tersebut telah digunakan Angkatan Laut Filipina di area sekitar Mindanao untuk melawan  teroris. “Kapal tersebut bisa membawa lebih banyak pasukan, juga bisa menjadi rumah sakit. Jadi ia kapal yang multifungsi. Kami sangat puas,” kata Ricardo.

Sumber: republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.