Negara Tetangga Komplain Indonesia Tak Lagi Impor Beras

0
70

Jakarta — Besernya permintaan beras masyarakat Indonesia yang tak berbanding dengan pasokan di Tanah Air menyebabkan pemerintah kerap melakukan impor beras dari negara-negara tetangga untuk memenuhi permintaan beras. Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, impor memang dilakukan untuk memenuhi besarnya permintaan beras. Namun, baru-baru ini Amran menerima laporan bahwa negara tetangga tidak lagi mengekspor beras ke Indonesia sejak 2016 dan 2017. Artinya, saat ini pasokan beras di Tanah Air sudah bisa menutupi permintaan akan beras. Delegasi Thailand bilang mereka kerepotan karena sudah tidak lagi mengekspor beras ke Indonesia, padahal Indonesia adalah pasar ekspor terbesar beras Thailand,” ujar Amran di Jakarta, Minggu (26/03). Dengan tidak lagi mengimpor beras dari Thailand, pemerintahpun memperoleh apresiasi dari Vietnam. Hal itu disampaikan delegasi Vietnam kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla saat melakukan pertemuan beberapa waktu lalu. “Delegasi Vietnam juga menyampaikan apresiasinya karena Indonesia tidak melakukan impor di 2016 dan 2017,” tutur Amran. Dirinya berharap pemerintah dapat menahan impor beras hingga 2019. “Kalau kita mau, pasti hingga 2019 bisa kita tidak impor. Persoalannya beda kalau kita tidak mau,” ucapnya. Data Kementerian Pertanian, tim Serap Gabah Petani (SERGAP) yang dibentuk oleh Kementerian Pertanian bekerja sama dengan TNI AD dan Perum  Bulog dan Pemda pada periode Januari hingga 25 Maret 2017 telah meyerap 754.330 ton gabah atau 337.165 ton setara beras meningkat 420 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016. Pada periode Maret hingga Agustus 2017, prediksi produksi sebesar 33,64 juta ton gabah kering giling, perlu diserap secara baik sehingga petani dapat memperoleh keuntungan yang adil dan cadangan beras di Perum  Bulog meningkat.

Sumber: kompas.com,

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.