Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,02% di 2016, Ini Pendorongnya

0
68

Jakarta — Ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,02 persen pada 2016, lebih tinggi dengan tahun sebelumnya yang sebesar 4,88 persen. Realisasi ini tidak terlepas dari kondisi perekonomian global pada kuartal IV-2016, yang menunjukkan peningkatan, meski belum merata di seluruh negara. Salah satunya terlihat dari harga komoditas internasional. “Selama kuartal IV-2016 harga komoditas di pasar global mulai meningkat, minyak merangkak naik berdampak kepada ekspor dan impor,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPK) Kecuk Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (06/01). Ia menambahkan, ekspor ke Amerika Serikat, China dan Jepang juga tumbuh cukup bagus, tidak hanya di migas, tapi juga non migas.  “AS meskipun agak gaduh dengan Presiden baru, ekspor naik dari 1,7 persen menjadi 1,9 persen dan Singapura dari 1,1 persen menjadi 1,8 persen,” paparnya.  Konsumen rumah tangga terjaga, seiring dengan rendahnya inflasi pada 2016, yakni 3,02 persen. “Inflasi 3,02 persen selama 2016 itu lebih rendah dari inflasi 2015 sebesar 3,35 persen meskipun catatan di Januari kita kaget karena inflasi lumayan tinggi,” jelas Kecuk. Realisasi belanja pemerintah pada kuartal IV-2016 mencapai 26,36 persen. Di 2016, pagu anggaran pemerintah lebih besar dari 2015 tapi realisasinya sedikit lebih kecil. “Indikator lain yang menggembirakan adalah penjualan mobil sampai tingkat dealer pada kuartal IV naik 11,24 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Produksi semen naik 15,95 persen kalau secara kuartal, meskipun turun sedikit secara tahunan 2,87 persen,” paparnya.

Sumber: detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.