Kementerian Pariwisata Bidik Pasar ASEAN

0
151

Bogor — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan berkonsentrasi menyasar Pasar Asia Tenggara sekitar 40 persen dari target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 15 juta pada tahun ini. Jika dirinci, berdasarkan data Kemenpar 2014, pasar utama turis asing di Indonesia didominasi oleh 10 negara ASEAN dengan kontribusi mencapai 39,76 persen. Sisanya diikuti oleh China, Jepang, Korea Selatan dan Amerika Serikat. “Target wisman 15 juta memang cukup tinggi karena rata-rata kunjungan wisman ke Indonesia tiap bulan hanya 1 juta sehingga total wisman mencapai 12 juta sepanjang tahun. Tapi bukan berarti, target kini mustahil,” kata Deputi Bidang Pemasaran Pengembangan Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata I Gde Pitana saat membuka Rapat Koordinasi Promosi Pariwisata di Asia Tenggara, di Bogor, Minggu (05/02). Pasalnya target tersebut terlalu rendah ketika dibandingkan target jumlah turis asing yang berkunjung ke Singapura sebanyak 16 juta, Thailand sebanyak 29 juta dan Malaysia sebanyak 24 juta pada tahun ini. Kemenpar sudah membidik empat negara di ASEAN sebagai negara prioritas promosi pariwisata yakni Malaysia, Singapura, Filipina dan Thailand. Adapun jumlah wisman dari Singapura ditargetkan menjadi 2,275 juta, Malaysia 1,772 juta, Filipina 270.000 dan Thailand 135.000 pada tahun ini. Mengacu pada data Kemenpar, jumlah turis asing dari Singapura menempati peringkat pertama tingkat kunjungan dari ASEAN yakni 1,3 juta. Diikuti dengan Malaysia 1,1 juta, Filipina 137.180 dan Thailand 91.665 sepanjang Januari-November 2016. Kendati demikian, kontribusi wisatawan dari pasar intra ASEAN terhadap total kunjungan turis asing ke Indonesia masih belum meningkat signifikan dalam dua tahun terakhir. Adapun, dari negara anggota ASEAN lainnya masih cenderung kecil dan bahkan tidak masuk dalam daftar 12 pasar terbesar turis asing ke Indonesia sehingga Kemenpar belum memasukkan wilayah-wilayah tersebut sebagai fokus promosi pariwisata. “Pangsa pasar Vietnam, Kamboja dan Myanmar memang masih kalah dibandingkan Singapura, Malaysia dan Thailand. Tetapi Vietnam, ini patut diwaspadai karena potensinya cukup besar. Sayang belum ada penerbangan langsung dari Vietnam ke Indonesia,” ucap Pitana. Dari sisi pemerintah daerah, Pitana mengharapkan sinergi dan kerja sama untuk mendorong penciptaan festival (event) pariwisata dan destinasi prioritas yang berkelanjutan. Pada saat yang sama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatra Selatan Irene Camelyn Sinaga mengungkapkan pihaknya berharap adanya Asian Games pada 2018 mampu memacu kunjungan wisman di Provinsi Sumsel. Hingga saat ini, pihaknya mengakui pasar wisman dari ASEAN masih didominasi Malaysia dan Singapura. Hal itu juga didukung dengan adanya direct flights ke kedua negara tersebut.

Sumber: tempo.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.