Pemerintah akan Integrasikan Pelabuhan untuk Transit Ekspor

0
99

Jakarta — Pemerintah akan menggenjot target pembangunan tol laut dengan meminta Pelindo I, II, III dan IV untuk melakukan akselerasi pembangunan pelabuhan. Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Laut Luhut Binsar Panjaitan mengatakan percepatan ini harus didorong dengan adanya percepatan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan di seluruh daerah di Indonesia. “Kita mau empat operator ini nantinya integrasi, jadi urusan logistik dan tol laut juga bisa lebih baik. Hal ini berdampak pada harga dan bahan pokok di daerah terpencil menjadi lebih murah, selain itu, dalam skala internasional bisa menarik para pengirim barang langsung dari Indonesia,” ujar Luhut di Jakarta, Selasa (24/01). Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Massaya menjelaskan, konsep integrasi ini nantinya bisa memberikan nilai tambah bagi negara. Ia mengatakan saat ini pelabuhan Tanjung Priok ditetapkan menjadi pelabuhan internasional. Hal ini agar bisa mengambil posisi yang selama ini dilakukan oleh Singapura sebagai pelabuhan transshipment atau transit sebelum barang diekspor. Elvyn menjelaskan, ada tujuh pelabuhan yang dikembangkan menjadi pelabuhan transshipment internasional. Pelabuhan-pelabuhan tersebut nantinya menjadi tujuh pelabuhan dengan standar internasional dan akan menjadi pusat penerimaan dan pengiriman logistik internasional. “Artinya pengelolaan pelabuhan yang terintegrasi dengan kawasan industri dan standarisasi 7 pelabuhan utama di Indonesia yang kita sebut dengan chain port atau rantai pelabuhan,” ujar Elvyn. Ia menjelaskan, nantinya konsep ini akan membuat biaya yang jauh lebih murah daripada harus transit di Singapura. Elvyn mengatakan, ketika pelabuhan berada di bawah pengelolaan Pelindo terintegrasi maka dalam proses pengiriman akan terkumpul semua di Tanjung Priok. Misalnya kalau barang dari Palembang, dia menuju Seoul kan melalui Singapura ada handling cost. Konsep ini jadi lebih hemat jika melalui Jakarta dan setelah dihitung lebih murah Rp 1,5 juta,” ujar Elvyn. Konsep ini untuk mengambil alih proses transshipment yang selama ini mengandalkan Singapura. Pemerintah menilai, jika Jakarta memiliki proses dan pelabuhan yang lebih baik maka tak perlu mengambil Singapura sebagai tempat transshipment.

Sumber: republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.