Perum Perindo Ekspor Olahan Rajungan dan Ikan ke AS

0
118

Jakarta — Perum Perikanan Indonesia (Perindo) terus mengembangkan pasar ekspor produk perikanan. Setelah ekspor ikan layang ke Korea, olahan tuna ke Jepang, kini Perindo mengekspor olahan ranjungan dan ikan ke Amerika Serikat (AS). Pemberangkatan dua kontainer olahan ranjungan dan ikan untuk ekspor ke Negeri Paman Sam pada Selasa (27/12), dari pabrik olahan ranjungan yang dikelola Perindo bersama mitranya PT Kemilau Bintang Timur (KBT) di Cirebon. Direktur Operasi dan Pemasaran Perindo Dendi Anggi Gumilang memimpin langsung seremoni pemberangkatan tersebut, didampingi General Manager KBT Aris Guntoro. Senior Manager Perdagangan dan Pengolahan Ikan Perum Perindo Wenny Prihatini mengatakan ekspor ke AS dengan volume 30 ton tersebut bernilai Rp 2,9 miliar. Alhamdulillah kami bisa mulai ekspor. Selanjutnya kami bisa ekspor reguler, setidaknya sebulan dua kali,” ujarnya Rabu (27/12). Dia mengatakan ranjungan dan ikan jenis mahi-mahi yang diekspor itu sebagian besar dibeli Perindo dari nelayan setempat. Selanjutnya diproses di Unit Pengolahan Ikan dan Ranjungan di Kanci, Cirebon. Ini merupakan produksi hasil kerja sama operasional (KSO) antara Perindo dan KBT. Selain ekspor olahan ikan beku, Desember ini Perum Perindo juga mulai mengekspo ikan kerapu ke Hong Kong. Ikan diekspor dari Denpasar dengan kargo udara. Ikan tersebut merupakan hasil produksi keramba jaring apung (KJA) Perum Pelindo di Buleleng. Menurut General Manager Strategic Business Unit (SBU) Marikultur Perum Perindo Muhibuddin Kotto, hingga akhir tahun ini produksi kerapu hidup Perindo masih berkisar ratusan kilogram. Seiring dengan penambahan KJA Perindo, pada 2017 produksi kerapu hidup maupun ikan hidup premium lainnya, ditargetkan akan meningkat hingga ribuan ton. “Kami menambah KJA di Bali dan juga lokasi lain seperti Sabang, Padang, Kepri hingga Ambon,” kata Muhibuddin.

Sumber: republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.