TKI Malaysia mendapatkan Uji Sertifikasi dari LSP Komputer dan EUB

0
170

Jakarta — TKI atau tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri merupakan penghasil devisa yang sangat besar bagi Indonesia. Devisa yang dihasilkan para Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri bahkan berada pada posisi kedua terbesar setelah pemasukan dari sektor gas dan minyak bagi keuangan Indonesia (Bank Indonesia, 2013). Adanya agenda Asean Economic Community (AEC) 2016 harus menjadi pemicu untuk meningkatkan daya saing para TKI yang bekerja di luar negeri termasuk pada sektor informal. Selain faktor kesiapan sumber daya manusia merupakan hal yang paling dominan menyumbang angka penurunan peringkat tenaga terampil Indonesia di tahun 2015. Menanggapi fenomena tersebut maka urgensi inisiasi kerja sama AGC (Academic Government Community) dalam melaksanakan sertifikasi kompetensi sesuai dengan Peraturan BNSP No. 2 2014, Peraturan pemerintah No. 23, Peraturan BNSP No. 7/BNSP 202/IX/2013, UU No. 13 tahun 2003, Keputusan Presiden Tahun 2011, dan adanya SKKNI sangat perlu dilaksanakan terkait daya saing TKI. Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur sangat mendukung peningkatan daya saing TKI informal di Kuala Lumpur, melalui Atase Pendidikan dan Kebudyaan  Prof Dr Ari Purbayanto, MSc dan Atase Ketenagakerjaan yakni Bapak Mustafa Kamal bekerja sama dengan Komunitas Edukasi Untuk Bangsa (EUB) yaitu komunitas warga negera Indonesia yang terdiri dari mahasiswa dan profesional yang menjadi relawan telah rutin melakukan pelatihan bagi TKI informal di Kuala Lumpur yang disebut “Sekolah minggu”, pelatihan tersebut terdiri dari pelatihan bahasa Inggris, komputer, kewirausahaan dan kerajinan tangan. Koordinator pelaksana harian Edukasi Untuk Bangsa (EUB) Bapak Dwi Adisyahputra dan tim EUB melakukan inovasi dalam peningkatan daya saing TKI informal di Kuala Lumpur yakni Uji Kompetensi Sertifikasi Komputer skema operator junior yang terselenggara pada 11 Desember 2016 di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur pada pukul 9.00 pagi sampai dengan pukul 5 sore waktu setempat ini terselenggara secara gratis (free) atas kerja sama dan mendapat dukungan penuh dari KBRI Kuala Lumpur, Badan Nasional Sertifikasi profesi Republik Indonesia, Kompetensi (TUK) AMIK Bogor serta melibatkan akademisi Ibu Lindawati Kartika SE MSi dari Institut Pertanian Bogor dan Bapak Iwan Kustiawan dari Himpunan Alumni IPB. Asesor serta perwakilan LSP Komputer yang terlibat yaitu Bapak Nursamsi Arlan, Bapak Syamsul Huda, Bapak Joko Sarjanoko dan Bapak Gunawan Ramli. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari aktivitas kerja sama berkesinambungan Departemen Manajemen FEM IPB dengan KBRI Kuala Lumpur, Komunitas EUB, serta University of Putra Malaysia (UPM) pada tahun 2016 melalui riset dan pelatihan kewirausahaan bagi TKI sektor informal di Kuala Lumpur, Malaysia. Jumlah peserta yang disertifikasi sebagai operator junior sebanyak 32 (tigapuluh dua) orang. Sesuai dengan SKKNI maka harapan dari pelaksanaan sertifikasi ini adalah para TKI sektor informal di Kuala Lumpur dapat memperoleh pengakuan kompetensi formal yang telah dimiliki melalui proses pelatihan atau otodidak yang dapat berguna untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di Kuala Lumpur, Malaysia maupun di Indonesia sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan perekonomian nasional.

Sumber: Siaran pers/NUG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.