Presiden Jokowi Meminta Masyarakat Tetap Optimistis

0
28

Jakarta — Presiden Joko Widodo meminta masyarakat optimistis di tengah goncangan ekonomi dunia saat ini. Harapan ini diungkapkan Jokowi saat sosialisasi tax amnesty di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (25/11).  Jokowi mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional yang positif diharapkan terus dapat memacu perekonomian masa di masa mendatang. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tumbuh 4,94 persen, kuartal kedua 5,18 persen, ketiga 5,02 persen. “Negara lain sudah banyak yang minus,” kata Jokowi di Hotel Clarion, Makassar, dalam siaran pers Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, Jumat (25/11). Jokowi mengatakan posisi kekayaan negara masih sangat besar, sehingga hal ini dapat dimanfaatkan sebagai penggerak ekonomi. Namun, dana besar itu diakui Presiden masih belum dilaporkan dan masih tersimpan di luar negeri. Karena itulah pemerintah membuat program tax amnesty.  “Kita lupa bahwa sebetulnya kekayaan kita, uang kita yang berada di bawah bantal, yang berada di bawah kasur, yang disimpan di luar negeri masih banyak sekali,” kata Jokowi. Data di Kementerian Keuangan, kata dia, lebih kurang Rp 11 ribu triliun. “Daftarnya ada di kantong saya, yang ada disini saya hafal stau-dua nyimpan di sana (di luar negeri),” kata Jokowi seraya disambut tawa hadirin. Tax amnesty merupakan program pengampunan yang diberikan Pemerintah kepada Wajib Pajak meliputi penghapusan pajak yang seharusnya terutang, penghapusan sanksi administrasi perpajakan, serta penghapusan sanksi pidana di bidang perpajakan atas harta yang diperoleh pada tahun 2015 dan sebelumnya yang belum dilaporkan SPT. Caranya dengan melunasi seluruh tunggakan pajak yang dimiliki dan membayar uang tebusan. Menurut Direktorat Jenderal Pajak, hingga November 2016, sudah 450 ribu lebih wajib pajak yang memanfaatkan tax amnesty. Periode I tax amnesty telah berlangsung dari 1 Juli 2016 hingga 30 September 2016. Saat ini tengah berlangsung periode ke II yang dimulai sejak 1 Oktober 2016 sampai 31 Desember 2016. Adapun rencana periode ke III akan dimulai 1 Januari 2017 hingga 31 Maret 2017. Dalam sosialisasi tax amnesty di Hotel Clarion tersebut, hadir antara lain Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad.

Sumber: tempo.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.