Indonesia Sahkan Paris Agreement Jadi Undang-Undang

0
70

Jakarta — DPR mengesahkan Persetujuan Paris atau Konvensi Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai perubahan iklim 2015 atau yang lebih dikenal dengan The Paris Agreement to the United Nations Framework Convention on Climate Change 2015, Rabu (19/10). Staf Ahli Menteri Bidang Energi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Arief Yuwono mengatakan, sudah ada 84 negara yang meratifikasi Persetujuan Paris. “Ya, Indonesia ke-85,” katanya kepada wartawan saat ditemui di Gedung Nusantara II, Kompleks DPR/MPR, Rabu (19/10). Diundangkannya Paris Agreement  diakui Arief sebagai jalan tengah di tengah kebutuhan Indonesia akan peningkatan energi tapi juga keinginan menekan efek gas rumah kaca. Selain itu, diundangkannya Paris Agreement  juga sejalan dengan upaya dunia dalam menghadapi perubahan iklim. Ia mengatakan, ancaman perubahan iklim saat ini semakin besar dengan dampak yang luas hingga belahan dunia lain. “Dan ini jawaban adalah, bagaimana kita bersatu secara global tapi tidak mengorbankan kepentingan nasional pembangunan kita,” ujar dia. Arief mengatakan, pihaknya telah melakukan kajian untuk memastikan diundangkannya kesepakatan Paris ini tidak merugikan Indonesia. Ketua Komisi VII Gus Irawan Pasaribu mengatakan, Indonesia yang berada di wilayah geografis sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim. Persetujuan Paris ini, kata dia, mengamanatkan peningkatan kerja sama bilateral dan multilateral yang lebih efektif dan efisien untuk melaksanakan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Hal itu dengan adanya dukungan pendanaan, alih teknologi, peningkatan kapasitas dengan mekanisme transparan serta tata kelola berkelanjutan.

Sumber: republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.