Pabrik Serat Optik Pertama di ASEAN Beroperasi di Karawang

0
93

Jakarta — Permintaan serat optik (optical fibre) semakin meningkat seiring kebutuhan industri digital global yang terus mengikuti perkembangan teknologi terkini. Kementerian Perindustrian menyatakan industri serat optik berperan penting dalam memberikan nilai tambah yang signifikan bagi sektor pendukungnya. “Optical fibre ini untuk modernisasi jaringan operator telekomunikasi yang sebelumnya menggunakan kabel tembaga,” kata Dirjen Industri Logam, Alat Transportasi dan Elektronika (IMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan di Jakarta, Jumat (09/09). “Permintaan serat optik juga menjadi besar dengan adanya proyek Palapa Ring yang butuh hingga 36.000 kilometer,” tuturnya. Dengan beroperasinya PT YOFI di Karawang, Jawa Barat, kebutuhan kabel serat optik diharapkan dapat dipasok oleh industri dalam negeri karena selama ini masih dibanjiri produk impor. “Kementerian Perindustrian akan menerapkan aturan SNI wajib untuk seluruh produk serat optik Indonesia,” tambahnya. PT YOFI merupakan perusahaan patungan antara Yangtze Optical Fibre and Cable (YOFC) asal Tiongkok dan PT Monas Permata Persada. “PT YOFI sebagai pabrik optical fibre dan satu-satunya di Indonesia, bahkan pertama di Asia Tenggara yang mampu memenuhi kebutuhan nasional dan regional Asia Tenggara,” jelas Putu. Ditambahkannya, kehadiran YOFI membuat tingkat komponen dalam negeri untuk industri kabel serat optik akan melonjak terus. “Terlebih lagi dengan adanya program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Program tersebut menyatakan instansi pemerintah dan BUMN wajib menggunaka TKDN lebih dari 40 persen,” tegas Putu. Sementara itu, Presiden Komisaris YOFC Jan Bongaerts mengatakan, akan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi serat optik industri kabel di Tanah Air jauh lebih berkembang dibandingkan industri serupa di negara lain di ASEAN. “Permintaan serat optik di Indonesia mencapai 8-9 km per tahun dan berpotensi naik dalam jangka waktu pendek. Namun, kapasitas produksi kami saat ini baru mencapai 3 juta km per tahun,” paparnya. Menurut Jan, dengan populasi Indonesia yang mencapai 250 juta penduduk, permintaan untuk broadband untuk internet pasti akan terus bertumbuh. Apalagi, pemerintah tengah gencar memperluas jaringan internet hingga ke pelosok. “Kami mengharapkan tahun depan bisa menaikkan kapasitas menjadi double hingga 6 juta km per tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.