Satelit NASA pantau 36 titik panas di Sumatera

0
121

Pekanbaru — Satelit Badan Antariksa Amerika (NASA) memantau ada 36 titik panas di Sumatera. Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Slamet Riyadi di Pekanbaru menyebut, jumlah titik panas itu mengalami kenaikan, tetapi tidak di Provinsi Riau. “Pukul 07:00 WIB pagi ini satelit deteksi 36 titik panas berada di daratan Sumatera atau mengalami peningkatan jika dibanding kemarin 29 titik dengan wilayah penyebaran hari ini pada enam dari total 10 provinsi,” katanya. Ia memaparkan hal tersebut, setelah melihat sebaran titik panas di Sumatera berdasarkan rilis dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dari pantauan sensor modis citra satelit milik NASA yakni Aqua dan Terra. Ia menjelaskan bahwa wilayah konsentrasi titik panas di pulau terbesar ketiga di Indonesia tersebut masih berada di Sumatera Selatan dengan jumlah 19 titik. Diikuti dengan Lampung terpantau sembilan titik, lalu di wilayah daratan Riau terdeteksi empat titik, Bengkulu dua titik, serta Jambi dan Bangka Belitung masing-masing terpantau satu titik. Keempat titik panas di Riau tersebut, lanjutnya, berada pada dua kabupaten dengan sama sama terdeteksi dua titik yakni di Bengkalis dan Kepulauan Meranti. “Tapi belum dapat daerah di provinsi ini dinyatakan satelit sebagai titik api karena pekan ini sejumlah wilayah di Riau dilanda musim kemarau basah. Jadi masih aman potensi karlahut,” katanya. Pemerintah Provinsi Riau telah memutuskan untuk memperpanjang status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan yang berlaku enam bulan, terhitung sejak Juni hingga 30 November 2016. Komandan Satuan Tugas Karhalut Riau, Brigjen TNI Nurendi mengatakan, perpanjangan status tersebut sebagai upaya memaksimalkan pencegahan dan penaggulangan karhutla karena setiap tahun terus terjadi terutama dalam 18 tahun terakhir.

Sumber: Antaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.