MENDAG RI TEMUI 20 CEO THAILAND UNTUK PERKECIL DEFISIT PERDAGANGAN

0
176
Mendag RI dan CEO Thailand
Mendag RI bertemu CEO Thailand

Bangkok 5 September 2016 – Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita bertemu 20an CEO dan Pimpinan perusahaan besar Thailand, dalam CEO Business Gathering di Wisma Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia, Bangkok, Minggu 4 September 2016, dalam upaya memperkecil defisit sekitar US$ 2,2 miliar, dari akumulasi perdagangan Indonesia-Thailand sebesar US$ 15,5 miliar sepanjang tahun 2015.

Produk dan komoditi yang masih diimpor dari Thailand antara lain automotive dan hasil pertanian gula.

CEO Business Meeting Bangkok
CEO Business Gathering Bangkok

Para CEO dan Pimpinan perusahaan besar Thailand menyambut antusias dan mengemukakan besarnya potensi bisnis di Indonesia dan berkeinginan mengembangkan perdagangan dan investasi di Indonesia.  Mereka antara lain BANPU yang bergerak dalam bidang tambang batabaru dan mineral, Siam Cement Group (SCG) dalam industri semen, Charoen Pokphand (CP) dalam makanan dan minuman, PTT Global Chemical dalam industri petrochemical dan plastik, Thaibev dalam minuman dan hospitality, Ponglarp Rice dalam beras, serta Mitr Phol Sugar Group dalam bidang komoditi gula.

Juga hadir Pimpinan beberapa perusahaan Indonesia yang berinvestasi di Thailand termasuk Pertamina Lubricant Oil, Thai Lion Air serta Assosiasi Kamar Dagang Asing di Thailand (JFCCT) dan Indonesia-Thailand Chambers of Commerce.

Dubes RI Bangkok
Dubes RI Bangkok dan Mendag RI

Duta Besar RI di Bangkok, Ahmad Rusdi, mengatakan saat membuka CEO Business Gathering bahwa pertemuan seperti ini menandakan kuatnya hubungan Indonesia-Thailand yang mendukung tidak saja people to people contact tetapi juga kerjasama bisnis perdagangan dan investasi dalam membangun Komunitas Ekonomi ASEAN (MEA), demikian siaran pers yang diterima Portal Asean dari Agustaviano Sofjan, Sekretaris Satu KBRI Bangkok bidang Hubungan Ekonomi dan UN-ESCAP, Senin (5/9).

Sementara Menteri Perdagangan RI, yang sedang dalam perjalanan  menuju ke Vientiane, Laos, untuk menghadiri KTT ASEAN, menekankan antara lain hal strategis terkait peluang investasi dan  iklim usaha di Indonesia yang didukung dengan stabilitas politik dan ekonomi yang baik, paket deregulasi ekonomi yang semakin mempermudah dunia usaha dan investasi, dan peningkatan pesat pembangunan infrastruktur guna mendukung pertumbuhan dan daya saing ekonomi.

Menteri Perdagangan RI berupaya mendorong masuknya investasi di Indonesia yang memberikan nilai tambah termasuk dalam industri gula, pengolahan kelapa, pembangunan infrastruktur, serta pengembangan industri hospitality atau hotel. Sedangkan beberapa hal yang diangkat dan dibahas para pengusaha Thailand antara  lain isu working permit (izin bekerja)  untuk para pekerja yang menyertai investasi di Indonesia, kebijakan perdagangan komoditi, pembangunan infrastruktur, dan hal-hal lain yang terkait dengan kebijakan investasi.

Total investasi Thailand dalam ekonomi Indonesia periode 2010- 2015 mencapai US$750 juta yang meliputi antara lain industri mineral non-logam, tanaman pangan dan perkebunan, industri karet, industri plastik dan pengolahan makanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.