Indonesia rumuskan harmonisasi standar dua industri di D-8 pada 2017

0
66

Jakarta — Indonesia akan turut merumuskan harmonisasi standar dan sertifikasi dua industri, yakni tekstil dan produk tekstil (TPT) serta produk halal pada pertemuan negara-negara berkembang yang tergabung dalam Developing Eight (D-8). “Indonesia akan berpartisipasi untuk menindaklanjuti pertemuan Working Group on Industrial Cooperation ke-9 Mei lalu pada simposium tahun depan,” kata Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional Kementerian Industri Harjanto di Jakarta, Selasa (23/08). Harjanto menyampaikan hal tersebut usai mendampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto menerima Sekjen Organisasi D-8 Seyed Ali Mohammad Mousavi di Gedung Kemenperin, Jakarta. Harjanto mengatakan, harmonisasi standar dan sertifikasi yang dibentuk bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anggota D-8 terhadap produk halal maupun kualitas dari produk TPT. Hal itu dimaksudkan untuk mengurangi berbagai hambatan teknis untuk meningkatkan akses pasar terhadap negara-negara anggota. Selain itu, Indonesia juga tengah membahas keikutsertaan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU yang berkaitan dengan Industri Kecil Menengah (IKM) atau disebut SME Governmental Bodies antara negara D-8. “Hal ini masih dibicarakan, apakah akan diratifikasi, karena masih ada poin dalam MoU yang dibahas,” ujar Harjanto. Diketahui kelompok yang dibentuk pada Oktober 1996 di Istanbul, Turki ini terdiri dari delapan negara Muslim sedang berkembang, yang secara lengkap disebut Organisasi Kerja Sama Ekonomi 8 Negara Berkembang dan disingkat D-8. Delapan negara yang bergabung sebagai anggota yakni Banglades, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan dan Turki. Dalam pertemuan di Kairo, ditetapkan 13 Gugus Tugas (TF) yang dibahas dalam sidang D-8, yaitu terkait Industri Kecil dan Menengah (IKM), otomotif, petrokimia, semen, elektronik dan teknologi informasi, permesinan, kerja sama di bidang teknologi, standarisasi dan akreditisasi, energi, industri makanan, baja dan besi, kaca dan keramik, serta tekstil dan garmen. Delegasi Indonesia hanya berpartisipasi dalam lima TF yaitu terkait IKM, industri makanan, otomotif, petrokimia, tekstil dan garmen.

Sumber: Antaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.