Ini Cara Bank Singapura Tahan Dana WNI agar Tak “Pulang Kampung”

0
68

Jakarta — Pemerintah Indonesia sedang gencar mensosialisasikan kebijakan amnesti pajak bagi warga negara Indonesia (WNI) yang menyimpan dananya di luar negeri. Namun bank-bank di Singapura menempuh jumlah cara untuk menahan pulangnya dana WNI ke Indonesia. Pertama, bank-bank besar di Singapura rela membayar tarif deklarasi sebesar 4 persen WNI yang mengikuti program amnesti pajak. Namun, hal itu akan dilakukan bila WNI tetap memarkir dananya di Negeri Singa tersebut. “Itu sudah ditawarkan oleh bank-bank besar Singapura,” kata Ketua KADIN Indonesia Rosal P Roeslani, Jakarta, Kamis (21/7). Tarif deklarasi dibayar oleh wajib pajak yang memperbaiki Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) melalui program pengampunan. Selama ini, banyak wajib pajak yang dengan sengaja tidak mencantumkan hartanya dengan benar di SPT. Hal itu dilakukan untuk menghindari pajak tinggi. Di dalam UU Pengampunan Pajak yang beberapa waktu yang lalu disahkan DPR, tarif deklarasi sebesar 4 persen dari nilai aset. Kedua, perbankan Singapura menawarkan imbal hasil atau return deposito yang lebih besar bagi WNI yang tetap memarkir dananya di Singapura. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani mengungkapkan hal itu. Meski begitu, ia menilai upaya perbankan Singapura tersebut sebagai hal yang lumrah. Sebenarnya, kata dia, upaya menahan dana WNI agar tidak pulang kampung ke Indonesia tidak hanya dilakukan oleh Singapura tetapi juga sejumlah negara lain. Namun, Haryadi menilai otoritas keuangan di Singapura lebih agresif menawarkan insentif kepada WNI untuk memilih memarkir dananya di Negeri Singa tersebut. Upaya perbankan Singapura dinilai sebagian pihak sebagai hal yang wajar. Sebab dana besar yang ada di bank-bank besar Singapura bisa jadi likuiditas yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Dengan likuiditas yang melimpah, pembangunan infrastruktur bisa berjalan dengan dengan pesat. Kementerian Keuangan mencatat ada sekitar 6.519 WNI yang menyimpan dana di luar negeri. Jika kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty diterapkan, ada potensi penerimaan negara sebesar Rp 180 triliun. Sementara itu, potensi dana repatriasi atau dana yang masuk ke Indonesia diprediksi masuk ke Indonesia diprediksi mencapai Rp 1.000 triliun hingga 1 April 2017.

Sumber: kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.