Kemenkeu: realisasi penerimaan perpajakan Rp518,4 triliun

0
209

Jakarta — Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan realisasi penerimaan perpajakan hingga 30 Juni 2016 mencapai Rp 518,4 triliun atau lebih rendah dari periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp 536,1 triliun. “Secara nominal penerimaan pajak turun Rp 17,7 triliun dibandingkan periode yang sama 2015 atau turun 3,3 persen,” kata Suahasil saat mengikuti rapat Panitia Kerja (Panja) Badan Anggaran DPR RI membahas asumsi makro di Jakarta, Rabu (13/7). Suahasil menjelaskan penurunan penerimaan perpajakan dipengaruhi oleh rendahnya harga ICP minyak di pasar internasionalm sehingga penerimaan pajak penghasilan (PPh) migas mengalami penurunan hampir sebanyak Rp  11 triliun. Selain itu, kata dia, aktivitas perdagangan ekspor dan impor nasional juga belum sepenuhnya mengalami pemulihan sehingga mengganggu kinerja penerimaan PPh nonmigas serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN). “Faktor lain penurunan penerimaan pepajakan adalah karena beban restitusi yang meningkat serta rendahnya penerimaan cukai karena belum meningkatnya pembelian pita cukai dan ada perubahan pola pembayaran pita cukai,” ujar Suahasil. Ia mengharapkan realisasi penerimaan perpajakan hingga akhir 2016 bisa mendekati target yang ditetapkan APBNP sebesar Rp 1.539,2 triliun, apalagi pemerintah segera menerapkan program pengampunan pajak untuk menambah pendapatan. “Meski penerimaan perpajakan turun, tapi realisasi penerimaan pajak hingga 30 Juni 2016 mencapai Rp 458,2 triliun atau relatif sama dengan periode akhir Juni 2015, yaitu Rp 458,5 triliun,” tambahnya. Secara keseluruhan, realisasi penerimaan perpajakan pada 30 Juni 2016 sebesar Rp 518,4 triliun terdiri atas penerimaan PPh nonmigas Rp 269,5 triliun atau 33,8 persen dari target, PPh migas Rp 16,3 triliun atau 44,9 persen serta PPN dan PPnBM Rp 167,7 triliun atau 35,4 persen. Sementara, penerimaan cukai mencapai Rp 42,9 triliun atau 29 persen dari target, bea masuk Rp 16 triliun atau 48 persen dan bea keluar Rp 1,3 triliun atau 51,5 persen. Total penerimaan bea cukai baru mencapai Rp 60,2 triliun atau 32,7 persen dari target Ro 184 triliun.

Sumber: Antaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.