Menteri Amran Yakin Daging Kerbau Impor Laris Manis

0
134

Jakarta — Setelah kebiijakan impor daging kerbau berbasis zona disahkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 4/2016 yang diteken Presiden Joko Widodo pada 8 Maret 2016 lalu, pemerintah menugaskan Perusahaan Umum Badan Logistik (Perum Bulog) pada bulan ini mendatangkan 10.000 ton daging kerbau impor asal India. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengakui optimis daging kerbau impor akan menekan lonjakan harga daging sapi, dan akan banyak dinikmati oleh seluruh masyarakat.”Bagaimana caranya nggak laku, pembelinya banyak,” ujar Menteri Amran di Kementerian Pertanian di Jakarta, Selasa (12/7). Menteri Amran menjelaskan saat pemerintah akan menjual daging sapi beku ke pasar selama Ramadan dan Lebaran 2016, sempat muncul dugaan masyarakat tidak berminat membeli. Tapi nyatanya produk ini laku di pasaran. “Ingat nggak daging beku. Dulu katanya nggak laku, tapi beberapa ribu ton habis kemarin kan,” ungkap Amran. Amran menuturkan besarnya impor akan disesuaikan dengan kebutuhan bukan keinginan, agar tidak mengganggu produktivitas peternak lokal. “Tapi berapa saja permintaan pasar, kami akan guyur masuk (impor daging kerbau),” jelasnya. Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau (PPSK) Teguh Boediyana menyayangkan keputusan pemerintah terkait keputusan impor daging kerbau asal India. “Jelas masuknya daging beresiko masuknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Kedua, distorsi terhadap peternakan sapi rakyat. Semangat dan minat beternak sapi akan menurun drastis dan implikasinya kita menjadi net importir,” ujar Teguh Boediyana.

Sumber: kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.