Anggota DPR: Pertamina dinilai siap kelola Blok Mahakam mandiri

0
126

Jakarta — PT Pertamina (Persero) dinilai siap dari berbagai aspek untuk mengelola blok Mahakam di Kalimantan Timur, secara mandiri pasca berakhirnya kontrak berakhirnya PT Total E&P Indonesie, pengelola saat ini, pada akhir 2017. “Masa tidak percaya sama Pertamina. Saya pikir Pertamina sudah siap dari berbagai sisi, termasuk dari sisi pendanaan,” kata anggota Komisi VII DPR dari Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir di Jakarta, Selasa. Pendapat yang sama diungkapkan Harry Poernomo, anggota Komisi VII DPR dari Partau Gerindra. Menurut dia, Pertamina sudah pasti siap mengelola sendiri blok Mahakam. Namun yang harus diperhatikan adalah risiko yang dihadapi jika mengelola sendiri. “Jika memang mungkin, lebih baik patungan dengan pemain lama agar bisa berbagi risiko,” ungkap Harry. Manajemen Pertamina menegaskan tidak akan menunggu operator existing, Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation, untuk ikut bergabung dalam pengembangan blok Mahakam setelak kontraknya berakhir dan beralih ke Pertamina pada akhir 2017. Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menegaskan Pertamina tidak akan terpengaruh keputusan Total dan Inpex dan tetap akan menjalankan proses transisi alih kelola dan menjaga performa Blok Mahakam. “Total dan Inpex ikut atau tidak? Ya Mahakam jalan terus. Blok Mahakam itu kan sudah jadi tugas Pertamina,” tegas Dwi. Kontrak pengelolaan Blok Mahakam yang dimiliki Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation akan berakhir Desember 2017. Pemerintah memutuskan menyerahkan hak pengelolaan 100 persen Blok Mahakam ke Pertamina. Namun pemerintah mengizinkan Pertamina menggandeng Total dan sebagai mitra. Sebab, dua perusahaan migas ini sudah berpengalaman mengelola blok di Kalimantan Timur. Tapi, kepemilikan Total dan Inpex di blok Mahakam dibatasi maksimal 30 persen saham. Pertamina memberikan waktu hingga Juni 2016 kepada Total E&P untuk menentukan sikap pasca berakhirnya kontrak pengelolaan Blok Mahakam pada 2017. Jika Total tidak juga memutuskan untuk ikut serta dalam pengelolan pasca 2017, Pertamina siap mengelola sendiri Blok Mahakam mulai 2018.  Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menjelaskan, untuk persiapan pengambilanalihan pengelolaan Blok Mahakam setelah 2017, Pertamina sudah membentuk tim transisi. Tim yang bernama Tim Pengambilalihan Pengelolaan Blok Mahakam (TPPM) ini nantinya akan memiliki beberapa tugas, mulai dari melengkapi data operasional Pertamina ketika mengelola Mahakam hingga menyiapkan work program and budget (WP&B) 2016 maupun WP&B 2017. Data Kesatuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) menyebutkan sisa cadangan gas di Blok Mahakam masih cukup besar. Sejak ditemukan cadangan gas pada 1972, diperkirakan masih menyisakan cadangan sekitar 131 juta barel dan cadang gas sebanyak 3,8 TCF pada 2017. Jumlah terrsebut diperkirakan sisa cadangan terbukti gas kurang dari 2 TCF.

Sumber: Antaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.