3.000 ton daging impor masuk pasar hingga Lebaran

0
118

Jakarta — Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) menargetkan 3.000 ton daging sapi impor asal Australia sudah bisa masuk ke pasar Indonesia untuk memenuhi kebutuhan Lebaran awal Juli mendatang. Itu merupakan bagian dari 10.000 ton daging tambahan yang diimpor pemerintah dalam upaya menekan harga daging. “Impor daging yang 10.000 ton itu sekarang sudah masuk sekitar 2.100 ton. Sampai Lebaran kami harapkan bisa mencapai 3.000 ton Sedangkan sisanya akan datang setelah Lebaran,” kata Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Kamis. Djarot mengatakan, upaya menekan harga daging tidak hanya hingga Lebaran, tetapi untuk jangka menengah hingga jangka panjang. Daging impor yang tiba secara bertahap di Indonesia itu, diharapkan dapat menekan harga secara berkelanjutan. “Presiden minta harga stabil itu sepanjang masa. Sehingga hitungan jangka pendek yang kami rancang itu sampai Natal dan Tahun Baru. Jangka menengahnya sampai Lebaran tahun depan,” katanya. Djarot menyebut daging dari Australia itu dibanderol dengan harga maksimal Rp80.000 per kilogram agar harga daging di pasar domestik berkisar Rp100.000 sampai Rp120.000 per kg. “Insya Allah halal,” tambah dia. Sebelumnya, untuk menekan tingginya harga daging, pemerintah menginstruksikan  Bulog dan PT Berdikari untuk mengimpor hingga 15.000 ton daging sapi. Bulog mendapat tugas mengimpor 10.000 ton, sedangkan PT Berdikari 5.000 ton. Bulog mengasumsikan dana sekitar Rp700 miliar untuk melakukan importasi daging secara bertahap.

Sumber: Antaranews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.