Wisata Teintegrasi, Pelaku Wisata Diminta Kreatif

0
34

Jakarta — – Pelaku wisata Yogyakarta diminta kreatif mengembangkan paket wisata menjelang penerapan wisata terintegrasi di negara-negara Asia Tenggara atau ASEAN pada 1 Januari 2017.
Kementerian Pariwisata di awal 2017 bekerja sama dengan negara lain di ASEAN. Satu di antaranya Kamboja, Thailand dalam satu paket wisata ziarah terintegrasi. Misalnya wisatawan yang datang ke Angkor Wat, Bangkok, Thailand bisa lanjut ke Candi Borobudur di Magelang Jawa Tengah, Indonesia.
Ketua Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies DIY Sudianto, mengatakan ASITA pada 31 Mei akan bertemu dengan Kementerian Pariwisata untuk membahas secara khusus ihwal wisata ASEAN yang terintegrasi. Menurut dia, ini adalah peluang bagi biro perjalanan untuk menarik banyak wisatawan berkunjung ke Yogyakarta.
Pelaku wisata mesti kreatif membuat paket wisata yang variatif. “Misalnya setelah berkunjung selama empat hari di Angkor Wat, Bangkok, Thailand wisatawan bisa ikut paket wisata empat hari di Borobudur dan Yogyakarta,” kata Sudianto, Kamis, 26 Mei 2016.
Paket wisata yang kreatif, menurutnya di antaranya adalah mengeksplorasi budaya maupun kesenian tradisional. Misalnya mengajak wisatawan berkunjung ke kampung mainan tradisional anak di Bantul. Pelaku wisata juga bisa bisa menawarkan paket wisata alam, misalnya berkunjung ke Gua Pindul di Gunung Kidul.
Menurut Sudianto, ASEAN menjadi pasar wisata yang bagus. Thailand dan Vietnam merupakan dua negara yang punya minat besar berkunjung ke Indonesia. Dari Thailand, banyak penganut Agama Buddha yang datang ke Borobudur. Peluang ini mesti ditangkap dengan paket-paket wisata yang kompetitif. Pelaku wisata juga perlu gencar menjalin kerja sama dengan maskapai penerbangan. Di Yogyakarta saat ini terdapat 187 biro perjalanan yang berhimpun di ASITA.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta Istijab Danunagoro menyambut baik wisata terintegrasi di kawasan ASEAN itu. Selama ini wisatawan yang berkunjung ke Borobudur lebih banyak yang memilih untuk menginap di hotel yang berada di Yogyakarta.
Wisatawan itu kebanyakan mengunjungi Borobudur di Magelang menuju Candi Prambanan di Yogyakarta dan Keraton Yogyakarta. Dengan begitu, Yogyakarta tujuan utama mereka sehingga pelaku wisata untung. “Saya berharap pemerintah lebih berusaha keras mempromosikan Borobudur karena kunjungan puluhan ribu turis kalah jauh dengan Angkor Wat Bangkok yang mencapai jutaan,” kata Istijab.

Source:  tempo.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.