Menengok “Rafflesia Arnoldii” di Bukit Barisan Selatan

0
771
Rafflesia
Rafflesia

PortalASEAN.com – LAMPUNG – Indonesia memiliki tiga jenis bunga yang menjadi identitas nasional. Salah satu bunga adalah bunga raksasa Rafflesia arnoldii. Flora yang berstatus terancam punah itu tak mudah ditemukan di sembarang tempat.

Rafflesia
Rafflesia

Pal 50 Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) merupakan salah satu lokasi tumbuhnya flora endemik Indonesia itu. Pal 50 TNBBS terletak di jalan lintas Tanggamus-Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Lokasinya di sebelah kanan jalan dari arah Tanggamus, sekitar 100 meter dari jalan terdapat pondok jaga Rhino Camp sekaligus lokasi Plot Sample Permanen Bunga Padma Raksasa.

Kendati matahari sangat terik, pepohonan yang rapat dan rimbun di TNBBS mampu menahan sengatan panas matahari. Suara kumbang mendominasi ruang pendengaran. Di salah satu sudut hutan di antara rimbunnya pohon terdapat tunas bunga Rafflesia berwarna coklat kekuningan. Tunas bunga berukuran cukup besar berdimeter sekitar 30 sentimeter.

Sejumlah serangga kecil tampak terbang di dalam mulut bunga raksasa itu. Meski banyak serangga mengerubungi bunga Rafflesia, tak ada bau bangkai yang tercium. “Bau bangkai hanya keluar saat bunga Rafflesia sedang mekar sempurna. Ia hanya punya waktu 5-7 hari untuk mekar sempurna,” ujar Kepala Bidang Teknis dan Konservasi TNBBS Muniful Hamid, awal Februari.
Fase pertumbuhan bunga, lanjut Muniful, membutuhkan waktu sembilan bulan. Namun, masa mekarnya hanya 5-7 hari. Lalu, padma layu dan mati.

“Saat mekar sempurna, bunga Rafflesia terlihat sangat menawan. Ukurannya yang besar menyerupai mahkota lengkap dengan lima daun bunga berwarna merah mencolok, membuat bunga tersebut terlihat garang,” kata Muniful. Rafflesia adalah tanaman yang tidak mengenal musim. Di Pal 50, bunga itu biasa muncul silih berganti, berpindah-pindah tempat. Khusus Juni hingga Juli, biasanya ada empat hingga lima bunga Rafflesia yang mekar secara bersamaan.

Bunga Rafflesia tidak bisa dilepaskan dari sejarah penemuannya. Bunga itu pertama kali ditemukan tahun 1818 di hutan tropis di sekitar Bengkulu. Saat itu Gubernur Jenderal Hindia Belanda Thomas Stamford Raffles memimpin ekspedisi dengan dipandu Joseph Arnold. Keduanya menemukan bunga itu di sekitar Sungai Manna, Lubuk Tapi, Bengkulu Selatan.

Rafflesia
Rafflesia

Gabungan kedua nama mereka Rafflesia Arnoldi menjadi sebutan untuk bunga itu. Dari sanalah Bengkulu mendapat julukan The Land of Rafflesia atau Bumi Rafflesia. Hingga kini, Provinsi Bengkulu menggunakan bunga padma sebagai ikon daerah.
Sumber: kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.