KULI PANGGUL DAN PEKERJA KASAR MYANMAR BANJIRI SURABAYA

0
1462
kuli myanmar
Kuli Panggul di Pasar

PortalASEAN.com – Banyak kuli panggul dan pekerja kasar berkewarganegaraan Myanmar yang bergiat di sejumlah pasar grosir di Surabaya, namun tidak mudah mendeteksi keberadaan mereka, karena wajah dan penampilan mereka sulit dibedakan dengan pengusaha dan pedagang di pasar-pasar grosir tersebut yang kebanyakan beretnis Tionghoa.

Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat barang jasa Ekspedisi di Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (4/11). Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat akan menegakkan aturan waktu bongkar muat barang mulai Senin di kawasan Tanah Abang hanya boleh dilakukan pada pukul 20.00-06.00 Wib . ANTARA FOTO/Reno Esnir/ss/mes/13.
ANTARA FOTO/Reno Esnir/ss/mes/13.

“Untuk mendeteksi mereka dalam rangka pelaksanaan operasi yustisi atas kelengkapan administrasi kependudukan dan ketenagakerjaan, kami harus menyisirnya melalui pendeteksian Bahasa, sebab mereka tidak bisa berbahasa Indonesia,” demikian Kasubdit Kewaspadaan Nasional Bakesbangpol Linmas, Pemerintah Kota Surabaya, Marzuki, mengatakan kepada forum.detik.com.

Dikatakannya, meskipun sudah masuk era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), pekerja asing tetap harus memenuhi prosedur ketenagakerjaan di Indonesia, mulai dari mengurus izin visa kerja di imigrasi, memiliki IMTA (Izin Mempekerjakan Tenaga Asing) dan juga mengurus KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas).

Para kuli panggul dan pekerja kasar Myanmar di Pusat Grosir Surabaya (PGS) Jalan Dupak, dan ITC Mega Grosir di Jalan Gembong itu, menurut Marzuki masih menggunakan visa on arrival alias visa kunjungan traveling Indonesia yang tidak bisa digunakan untuk bekerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.