Wisatawan mancanegara antusias saksikan penampilan seni Aceh

Wisatawan mancanegara antusias saksikan penampilan seni Aceh

4
0
SHARE

Sabang, Aceh — Sejumlah wisatawan mancanegara terlihat antusias menyaksikan penampilan seni budaya asal provinsi paling ujung barat Indonesia di dermaga kontainer Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), Sabtu (28/04). Mereka mengabadikan peragaan kesenian tradisional setempat itu melalui telefon selulernya penampilan tradisional Aceh yang ditampilkan sekelompok pemuda pelaku seni asal kota Sabang. Adapun seni budaya tradisional etnik Aceh yang ditampilkan pada Festival Khanduri Laot atau kenduri laut itu meliputi seni tutur papa atau menyapa para tamu undangan, Rapai Geleng atau tarian Tarek Pukat. Seni tutur papa merupakan kebiasaan masyarakat provinsi Aceh untuk menyapa para tamu undangan sembari berbalas pantun. Rapai Geleng adalah tarian yang melambangkan sikap keseragaman dalam hal kerja sama, kebersamaan, dan penuh kekompakan dalam lingkungan masyarakat. Kemudian, tari Tarek Pukat terinspirasi dari tradisi menarik pukat atau menarik jala dan sering dilakukan pesisir yang berprofesi sebagai nelayan. Kedatangan wisatawan mancanegara itu disambut langsung duta wisata Cut Abang dan Cut Adek kota Sabang di Gampong (desa) Kuta Bawah Timur. Turis asing itu berasal dari Australia, Malaysia, Jerman, Amerika Serikat serta Selandia Baru merupakan peserta Festival Laut Sabang yang diselenggarakan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang dan berlangsung pada 26-30 April 2018. Pemerintah Kota Sabang memfasilitasi pagelaran Festival Khanduri Laot untuk mempromosikan budaya masyarakat pesisir agar kunjungan wisatawan terus meningkat ke Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. “Festival Khanduri Laot baru pertama kali diselenggarakan secara serentak di kota Sabang dan kini akan menjadi gelaran tahunan pemerintah Kota Sabang untuk meningkatkan kunjungan wisata,” kata Wali Kota Sabang Nazaruddin. Khanduri laot, kata dia, sudah menjadi budaya masyarakat pesisir dan sabagai wujud syukur atas hasil dari yang selama ini diperoleh di laut.

Sumber: Antaranews

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.