Libur Lebaran 2018 Dimulai 11 Juni, Terlama Sepanjang Sejarah

Libur Lebaran 2018 Dimulai 11 Juni, Terlama Sepanjang Sejarah

3
0
SHARE

Jakarta — Pemerintah menambah tiga hari cuti bersama untuk libur Lebaran 2018 yang jatuh pada 14 Juni atau 15 Juni 2018. Dengan demikian, libur Lebaran akan dimulai pada 11 Juni dan akan berakhir 19 Juni 2018. Penambahan cuti bersama itu tercantum dalam surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri tentang libur nasional dan cuti bersama tahun 2018 dan 2019. “Salah satu pertimbangan kenapa ditambah cuti bersama yaitu untuk mengurai arus lalu lintas sebelum Lebaran dan sesudah mudik Lebaran,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani selepas penandatangan SKB, Rabu (18/04). Kebijakan itu membuat cuti libur Lebaran menjadi 10 hari. Bahkan bisa bertambah menjadi 12 hari. Tiga menteri yang menandatangani SKB adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dakhiri dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyambut baik keputusan pemerintah menambah tiga hari cuti bersama. Sebab, bertambahnya hari libur Lebaran itu bisa memberikan masyarakat pilihan hari mudik. “Proses mudik lebih bagus kalau mereka diberikan pilihan,” kata Budi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembanguan Manusia dan Kebudayaan, Rabu (18/04). Sebelum bertambahnya libur Lebaran 2018, masyarakat hanya diberi waktu cuti bersama sebelum Lebaran yaitu pada 13-14 Juni 2018. Dengan begitu, kata Budi, arus mudik akan bertumpu pada dua hari itu. “Bayangkan jumlah mobil yang harus bergerak ke Jawa Tengah di dua hari itu, akan penuh,” kata dia. Selain mengurai kepadatan di jalanan, Budi berharap bertambahnya hari libur Lebaran itu juga bisa mengurai kepadatan angkutan umum seperti pesawat dan kereta. Sebab dengan konfigurasi libur sebelumnya, kepadatan dikhawatirkan akan memuncak pada dua hari sebelum Lebaran. Sayangnya target pemerintah mengurai kemacetan kemacetan saat mudik, menurut pengamat transportasi Deddy Herlambang belum tentu sukses. Dia menilai keputusan pemerintah menambah waktu libur Lebaran tidak efektif untuk mengurangi kemacetan lalu lintas, melainkan hanya akan menggeser penumpukan mudik. Dia mengusulkan pemerintah sebaiknya menerapkan sistem ganjil genap agar kepadatan mudik tak terjadi. Hal ini dinilai lebih efektif mengurai kemacetan saat libur Lebaran 2018.

Sumber: tempo.co/

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.