Sekjen ULMWP OKTO MOTE Gagal Yakinkan Referendum Papua ke NGO ASING

Sekjen ULMWP OKTO MOTE Gagal Yakinkan Referendum Papua ke NGO ASING

4
0
SHARE

seruindonesia.com — Kampanye Free West Papua yang dlakukan Okto Motte, Sekjen ULMWP, 9 Januari 2018 di kantor National Lawyers Guild Chapter NYC, New York telah gagal meyakinkan peserta yang hadir tentang perlunya pelaksanaan referendum bagi warga Papu (West Papua). Pertemuan ini digagas oleh John Miller, seorang aktivis East Timor & Indonesia Action Network (ETAN), yaitu NGO Amerika Serikat yang telah beroperasi sejak tahun 1991 di Timor Timur dan berperan aktif dalam kampanye internasional pelaksanaan referendum bagi rakyat Timor Timur yang berujung lepasnya wilayah tersebut dari Indonesia. Pada pertemuan tersebut Okto Motte berusaha meyakinkan bahwa proses bergabungnya Papua kedalam Indonesia tidak sah. Okto juga menambahkan saat ini telah terjadi genosida terhadap orang asli Papua oleh Indonesia. Ketika memasuki sesi diskusi, salah seorang peserta yang mewakili International Peace Institute (IPI) bernama Roy Taborat menyampaikan pandangannya tentang isu Papua dari perspektif hukum internasional yang justru menyatakan status hukum Papua sebagai bagian dari Indonesia telah final dan mengikat berdasarkan prinsip “uti posidetis iuris”. Proses penyatuan Papua kedalam Indonesia sangat berbeda dengan kasus Timor Leste, sehingga tidak ada alasan bagi ULMWP untuk menuntut referendum. Aksi genoside yang selama ini dituduhkan oleh ULMWP pun, sangat sulit dibuktikan. Bahkan menurut Roy, dunia mengakui bahwa Indonesia termasuk negara yang aktif memperjuangkan HAM dalam komunitas internasional. Okto Motte dan John Miller terlihat gugup dalam menanggapi pernyataan perwakilan International Peace Institute tersebut. Menyadari kegagalannya untuk meyakinkan peserta, moderator langsung menutup jalannya pertemuan.

Sumber: inzip.id

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.