Singapura Siap Geser London Jadi Pusat Keuangan Dunia

Singapura Siap Geser London Jadi Pusat Keuangan Dunia

42
0
SHARE

London — Sebuah laporan menyebutkan bahwa Singapura siap menggantikan London bila ibukota Inggris tersebut kehilangan statusnya sebagai pusat bisnis dan perdagangan dunia. Apa benar demikian? Studi teranyar yang dilakukan PriceWaterhouse Coopers (PwC) melaporkan bahwa negara tetangga Indonesia tersebut persis berada di bawah London sebagai kota global terbaik di dunia. Hal ini didasarkan pada data sosial dan ekonomi yang dipublikasikan sebelum voting Inggris keluar dari Uni Eropa. Indeks bertajuk Cities of Opportunity Index tersebut menempatkan Singapura di atas Paris dan Amsterdam. Kedua kota di Eropa Barat tersebut kini gencar memikat pelaku bisnis asing apabila mereka memutuskan memindahkan operasional mereka dari London. Mengutip Bloomberg Rabu (07/09), teknologi mutakhir, pajak yang rendah, serta sistem transportasi yang efisien membantu Singapura menggeser New York. Menurut PwC, peringkat Singapura pun naik dibandingkan peringkat tahun 2014 silam. Indeks pusat finansial yang dirilis PwC tidak hanya memberi peringkat dari sisi daya saing, namun PwC juga melakukan asesmen terhadap kota-kota di dunia berdasarkan kesehatan, ekonomi dan sosial. PwC mengukur indikator seperti kemudahan melakukan usaha alias ease of doing business, demografi dan kesiapan teknologi. Singapura mengungguli pesaingnya, Hong Kong dalam kategori kemudahan melakukan usaha, infrastruktur, kesehatan, dan keamanan, Hong Kong terjerembab ke posisi ke-9 karena penurunan dalam kategori modal intelektual dan inovasi. Adapun kisaran pajak korporasi di Singapura mencapai 17 persen, dibandingkan 30 persen lebih di Prancis, dan 35 persen di AS. Sementara itu, kisaran pajak korporasi di 35 negara anggota Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mencapai 22,8 persen. “Analisis total pajak korporasi, pajak pribadi dan efisiensi pajak menunjukkan bahwa Singapura, bersama-sama dengan Dubai dan Hong Kong memiliki tingkat pajak terendah, namun efisiensi tertinggi,” jelas PwC dalam laporannya.

Sumber: kompas.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.