Menteri Pariwisata Mau Bandara di Indonesia Buka 24 Jam

Menteri Pariwisata Mau Bandara di Indonesia Buka 24 Jam

73
0
SHARE

Jakarta — Bandara adalah pintu gerbang utama turis yang datang ke suatu negara. Menteri Pariwisata Arief Yahya, mau bandara di Indonesia buka 24 jam. Hal ini diungkapkan Arief dalam kunjungannya ke Kantor Angkasa Pura 2 di perkantoran Bandara Cengkareng, Jl. Raya Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (07/09). Arief bertemu langsung dengan Plt CEO Angkasa Pura II, Djoko Murjatmodjo dan membawa beberapa gagasan. “Dulu dana Ratas dengan Presiden, sudah pernah diputuskan untuk menaikkan jam operasi dari 12 jam menjadi 18 jam, agar bandara Jogjakarta Adisucipto bisa menampung lebih banyak penerbangan,” katanya. Arief menambahkan, Bali, Jakarta dan Manado sudah mulai bisa didarati pesawat yang terbang malam. Itu bertujuan agar makin banyak penerbangan yang datang ke Indonesia, yang tentu saja lebih banyak turis yang datang. Minimal, bandara yang di bawah pengelolaan AP II dulu buka 24 jam. Beberapa gagasan yang diyakini adalah mengimplementasikan pelayanan bandara dengan informasi teknologi kepada publik. Tujuannya agar tidak terjadi “kebocoran” dan pastinya memudahkan para turis. “Dulu PT KAI di era pak Jonan, juga menggunakan digital dan IT, dan hasilnya double. Memudahkan semua pihak. Arief pun melihat kapasitas dan traffic terminal penumpang bandara di AP II. Dari 13 bandara, 7 diantaranya sudah merah alias overcapacity yakni Bandara Soekarno-Hatta (CGK) 246 persen dari kapasitas; Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (PLM) 112,8 persen; Bandara Minangkabau (PDG) 105,6 persen; Bandara Hussein Sastranegara (BDO) 131 persen; Bandara Supadio (PNK) 113 persen; Bandara Depati Amir (PGK) 331 persen; Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) 161 persen; Bandara Kualanamu (KNO) Medan sudah “kuning” 88,9 persen. “Ini lebih banyak yang overcapacity, jumlah penumpangnya lebih banyak dari yang diperkirakan. Ini tidak boleh lagi. Misalnya, mau membangun Silangit, dengan terminal 100.000 per tahun, ini pembangunan belum selesai, jumlah penumpangnya sudah 180.000 per tahun. Kerja dua kali dan mengganggu kenyamanan orang yang menggunakan jasa transportasi udara,” ungkapnya. Terakhir soal regulasi, lagi-lagi Arief mengingatkan agar jangan membuat peraturan yang justeru kontraproduktif dengan airlines. Mereka adalah industri yang seharusnya menjadi customers Angkasa Pura. Harus menciptakan atmosfer yang membuat mereka berkembang. Mereka justeru yang dilayani bukan sebaliknya. “Saya akan bantu, agar semua pihak bisa cepat maju dan berkembang,” tutupnya.

Sumber: detik.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.